Beranda » Berita Utama » Data Pemilih Bermasalah Berbeda, Bawaslu-KPU Dipertemukan

Data Pemilih Bermasalah Berbeda, Bawaslu-KPU Dipertemukan

Rabu, 23 Oktober 2013 | 14:50 WIB
Data Pemilih Bermasalah Berbeda, Bawaslu-KPU Dipertemukan








pemilih.local – Menindaklanjuti adanya perbedaan jumlah data pemilih tetap (DPT) bermasalah antara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU menggelar pertemuan antara Bawaslu dan KPU untuk menyandingkan dan membahas adanya perbedaan data tersebut agar sempurn pada Rabu (23/10) di KPU Pusat.

Komisioner KPU, Sigit Pamungkas di Kantor KPU Pusat pada Rabu (23/10) mengatakan bahwa hari ini ada dua agenda, agenda pagi adalah menindaklanjuti adanya klaim Bawaslu ada 7 juta pemilih yang perlu dilihat kembali validitasnya, agenda siang adalah rapat pleno terbuka untuk menetapkan jumlah pemilih tetap secara nasional.

“Data tujuh juta yang diklaim Bawaslu merupakan data yang lima unsur elemen pemilihnya tidak lengkap, artinya tidak terisi NIK, nama, jenis kelamin, tanggal lahir, atau status perkawinan,” ucapnya.

Sementara berdasarkan pemantauan KPU data pemilih yang tidak lengkap hanya sekitar satu persen atau kurang lebih 1,8 juta pemilih.

Dengan tidak lengkapnya elemen pemilihan tersebut, itu memang dianggap bermasalah dan itu merupakan pemilih “hantu” dan real ada hanya elemen data tidak lengkap.

Ketika tidak lengkap, bukan berarti tidak bisa memilih karena bisa jadi yang bersangkutan bisa mengisi kelengkapan datanya. Akan tetapi ada juga pemilih yang juga tidak bisa dilengkapi karena pemilih itu tidak memiliki identitas.

Oleh karena itu, hari ini dilakukan pertemuan untuk menyempurnakan adanya perbedaan data yang bermasalah.

“Dalam agenda pagi ini, kita akan menyandingkan perbedaan data pemilih bermasalah antara Bawaslu dengan KPU untuk menyempurnakan data,” ucapnya.

Sigit menambahkan bahwa data KPU berdasarkan pemantau sementara secara nasional jumlah pemilih mencapai 186-187 juta. (shnews)


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan