Beranda » Berita Utama » Sembilan Anggota KPI Periode 2013-2016

Sembilan Anggota KPI Periode 2013-2016

Kamis, 4 Juli 2013 | 10:31 WIB
Sembilan Anggota KPI Periode 2013-2016








pemilih.local: Pemungutan suara dilakukan secara tertutup. Setiap anggota Komisi I menulis masing-masing sembilan nama calon anggota KPI. Anggota Komisi I menyepakati memilih tiga nama incumbent untuk keberlanjutan program dan konsistensi menjalankan misinya.

Kesembilan komisioner yang terpilih ini adalah pilihan sembilan fraksi di Komisi I DPR, dengan harapan mereka mampu bersinergi dan bekerja optimal mendorong konten penyiaran yang lebih berkualitas.

Senayan – Setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan selama dua hari berturut-turut dan mendengarkan visi dan misi ke-27 calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi I DPR melakukan pemungutan suara untuk memilih sembilan nama yang akan ditetapkan sebagai anggota KPI Pusat, Rabu (3/7) malam.

Total anggota Komisi I DPR yang hadir sebanyak 53 orang. Pemungutan suara dilakukan secara tertutup. Setiap anggota Komisi I menulis masing-masing sembilan nama calon anggota KPI. Anggota Komisi I menyepakati memilih tiga nama incumbent untuk keberlanjutan program dan konsistensi menjalankan misinya.

Komisi I juga mempertimbangkan keterwakilan perempuan. Anggota Komisi I DPR juga menyepakati ada nama cadangan, yakni komisioner yang meraih urutan 10-13 di mana mereka akan menjadi pengganti apabila ada halangan tetap terhadap sembilan calon terpilih. Pemilihan dimulai Pukul 21.45 WIB dan berakhir pukul 22.45 WIB.

Sembilan orang yang terpilih adalah Bekti Nugroho (47), Judhariksawan (46), Agatha Lily (44), Azimah Subagijo (39), Idy Muzayyad (31), Amiruddin (29), Sujarwanto Rahmat (29), Danang Sangga Buana (27), dan Fajar Arifianto (27).

Sementara, urutan selanjutnya (masuk jadi cadangan) adalah Iswandi Syahputra (26), Ezki Tri Rezeki (25), Nina Mutmainnah (21), dan Muhammad Zein (21). “Kesembilan komisioner yang terpilih ini adalah pilihan sembilan fraksi di Komisi I DPR, dengan harapan mereka mampu bersinergi dan bekerja optimal mendorong konten penyiaran yang lebih berkualitas,” kata anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin. (jurnalparlemen.com)


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan