Articles

Masa pandemi tidak dapat mencegah bea cukai dan pajak konsumsi Tanjung Perak untuk menghapus peredaran obat-obatan narkotika

Nov 03, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

Surabaya TRIBUNNEWS.COM-Sebagai salah satu instansi resmi terkait pengangkutan barang masuk dan keluar Indonesia, Bea Cukai Negara Tanjong Perak senantiasa mengawasi dan mengambil tindakan, bahkan pada saat pandemi Covid-19 juga menindak barang berbahaya dan barang ilegal. -Direktur Bea dan Cukai Tanjong Perak Aris Sudamminto mengatakan dalam dua bulan terakhir, Bea dan Cukai Tanjong Perak berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba, psikotropika, dan prekursor (PLTN) melalui Pelabuhan Tanjong Perak, Surabaya. Berbagai upaya. “Empat kasus penyelundupan sudah tercatat, dan narkotika jenis sabu berhasil ditemukan. Total barang yang dituntut mencapai 12,8 kg.”

Kasus pertama terjadi di Tanjong Perak pada 20 Juli 2020 Bea Cukai China berhasil mendeteksi adanya upaya penyelundupan narkoba sabu dari berat kotor 1.893 kilogram. — Selain itu, pada 14 Agustus 2020 juga sedang berlangsung penyelundupan obat-obatan sabu-sabu-berat total 1.562 kg. -Empat hari kemudian, tepatnya pada 18 Agustus 2020, Bea Cukai Negara Tanjung Perak kembali menggagalkan penyelundupan dan penyitaan 6.874 kg dan 2.545 kg sabu. -Dalam empat kasus ini, 5 tersangka penyelundupan narkoba diamankan dan dikoordinasikan dengan Kepolisian Pelabuhan Tanjung Perak untuk memberikan bukti. Aris menambahkan, tersangka diduga melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 terkait narkotika. obat. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: