Articles

Berikut ini adalah beberapa keputusan penting terkait hasil pertemuan virtual Administrasi Umum Kepabeanan ASEAN

Nov 07, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Kepabeanan Asia Tenggara baru saja menggelar rapat tahunan Sidang Umum Direktur Bea Cukai ASEAN pada 18 hingga 19 Agustus 2020. Sekretariat ASEAN; dan lawan bicara ASEAN, yaitu Australia, China, Jepang, Korea, dan Organisasi Kepabeanan Dunia (WCO). Selain itu, banyak asosiasi bisnis ASEAN yang turut serta dalam konferensi tersebut, seperti ASEAN Business Advisory Council (ABAC), ASEAN Business Council (EU-ABC) dan US-ABC. Pertemuan ini sebenarnya diadakan sesuai dengan pandemi Covid-19 yang sedang merebak di seluruh dunia.

Pertemuan di mana Myanmar menjadi ketua baru dari Bea Cukai ASEAN diselenggarakan oleh Republik Demokratik Rakyat Laos dan sebelumnya diselenggarakan oleh Republik Demokratik Rakyat Laos. Delegasi Bea Cukai Indonesia dipimpin oleh Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea Cukai, Syarif Hidayat, Direktur Bea Cukai Internasional dan Antar Lembaga, dan Kushari Suprianto, Direktur Kantor Audit Kepabeanan.

Syarif mengungkapkan bahwa beberapa keputusan penting diambil di akhir pertemuan.

“Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dari pertemuan tersebut adalah disetujuinya dokumen Strategic Development Plan Customs 2021-2025 (SPCD) yang berisi refleksi dan kegiatan. Ia menjelaskan hal tersebut merupakan realisasi integrasi kepabeanan dalam ASEA Kawasan strategis bea cukai. Beberapa plastik. Ini beberapa rekomendasi Indonesia yang berhasil dipromosikan sebagai kegiatan yang akan dimasukkan dalam SPCD 2020-2025.

“Selain itu, fasilitasi perdagangan, e-commerce, kerjasama, dan aplikasi intelijen serta peningkatan kapasitas. Peningkatan mendominasi diskusi antar negara ASEAN. Syarif menambahkan: “Bersama para mitra wicara ASEAN, pada pertemuan ini, Indonesia, juga Wakil Ketua Organisasi Kepabeanan Dunia kawasan Asia-Pasifik, diundang untuk memandu pertemuan konsultasi antara ASEAN dan Organisasi Kepabeanan Dunia. Organisasi Kepabeanan Dunia menekankan bahwa manajemen bea cukai sedang mempromosikan Berperan penting dalam memastikan keseimbangan antara perdagangan dan rantai pasokan, terutama saat terjadi pandemi. Contohnya, banyak negara saat ini harus membuka perbatasannya untuk mempercepat arus barang, terutama yang biasa menangani barang. C OVID-19 .– -Pertemuan tersebut menyepakati bahwa di masa sulit sekarang ini, penting untuk memperkuat kerja sama antar otoritas bea cukai.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: