Articles

Tindakan Bea dan Cukai Sriwijaya Jaring mencegah impor dan penyelundupan 24,5 ton bawang merah

Nov 08, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini tidak mengurangi bea cukai dan sinergi konsumen untuk melindungi perbatasan Indonesia dari barang ilegal dan berbahaya. Kepri, Bea Cukai Sumatera Utara, dan Bea Cukai Belawan bekerja sama di bawah sinergi operasi jaringan Sriwijaya untuk menghentikan penyelundupan bawang merah ilegal karena tidak dilindungi dokumen pabean impor yang sah.

Isnu Ivantoro, Direktur Humas Kantor Bea Cukai Aceh, mengatakan 9 kantong seberat 2724 kg seberat 24,5 ton karton asal Penang, Malaysia tersebut diduga dibuat oleh petugas United Customs di Uehung Tamiang, Rabu, 20 Mei. Perairan, Kabupaten Aceh Tamiang.

Menyatakan nilai total Isnu Irwantoro sebagai kucai. Muatan KM Rajawali GT 15 diperkirakan Rp 752.000.000, dan departemen keuangan bisa merugikan negara Rp 263.000.000. Pajak Konsumsi Pajak Konsumsi BC 3.0004 Rabu lalu (20/5). Tim Bea Cukai Kantor Wilayah Aceh menginformasikan bahwa sasarannya adalah kapal kayu yang mengangkut kargo ilegal dari Penang, Malaysia. Provinsi Aceh Timur terus mencari kapal sasaran. Hingga Rabu (20/5) terakhir pukul 21.00 WIB, patroli BC 30004 terdiri dari petugas bea dan cukai dari Kanwil Khusus Kepri dan Bea Cukai Kanwil Aceh. Tujuan Perairan Uzhung Tamiang adalah Aceh Tamiang.

Isnu mengungkapkan bahwa setelah melakukan pendekatan, ternyata kapal sasaran yang bernama KM Rajawali tersebut tidak ada awaknya. Selain itu, enam anggota Satgas melakukan verifikasi KM Rajawali, namun tidak ditemukan dokumen bea cukai. Setelah memastikan keamanan KM Rajawali, gugus satgas melakukan pencarian di sekitar area di mana kapal ditemukan untuk menemukan awak kapal yang melarikan diri, namun selama satu jam pencarian, tidak ada awak KM Rajawali yang ditemukan. Diduga awak KM Rajawali bergerak dengan bantuan pilot boat (kapal Oskadon) yang telah disiapkan sebelumnya. Hasil pemeriksaan dan pencacahan yang dilakukan oleh petugas Pabean Belawan menunjukkan bahwa di KM Rajawali terdapat 24,5 ton bawang merah, dikemas dalam 2.722 karung bawang merah seberat 9 kg, dan tidak ditemukan barang berupa narkotika, psikotropika, dan prekursor. Selain itu, dokumen tersebut harus diserahkan ke Kantor Pabean Aceh untuk diteliti dan diproses lebih lanjut.

Sanksi hukum bagi pelaku kejahatan yang menyelundupkan barang impor diatur oleh Pasal 102 (a) UU tersebut. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Republik Indonesia, terkait dengan amandemen Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995, “Barangsiapa mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam deklarasi akan diselundupkan ke departemen impor dan dihukum paling sedikit satu tahun penjara, dan Hukuman maksimal 10 tahun dan denda minimal Rp50.000.000. Maksimal Rp5.000.000 “. Bawang merah melindungi manusia dan lingkungan dari penyakit, termasuk impor tanaman dan turunannya, peningkatan daya saing industri nasional, serta kenaikan pajak nasional dari bea masuk dan perpajakan. -Hal ini sesuai dengan fungsi bea cukai dan pajak konsumsi sebagai pelindung masyarakat, promotor perdagangan, dan pendampingan industri.Kai melakukannya dengan lebih baik. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: