Articles

Untuk mendorong perdagangan bebas antara ASEAN dan Hong Kong, pemerintah berencana menurunkan tarif impor

Nov 10, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Indonesia telah menyetujui Perjanjian Perdagangan Bebas China-ASEAN melalui Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 2020.

Tujuannya adalah untuk memajukan perekonomian nasional melalui kerja sama perdagangan internasional dan meningkatkan hubungan antara pemerintah negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong di Cina.

Dalam rangka melaksanakan kesepakatan tersebut, Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 79 / PMK.010 / 2020 tentang Penetapan Tarif, “ASEAN-Hong Kong Free Trade Agreement of the People‚Äôs Republic of China” dan PMK Nomor 80 / PMK.04 / No. 2020 Bea masuk atas prosedur tarif membebankan bea masuk atas barang yang diimpor berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas China Hong Kong-ASEAN. -Komisioner Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat Mengu menyatakan bahwa kedua PMK tersebut telah diterbitkan sebagai dasar hukum dan pedoman prinsip tata cara pemberian tarif preferensial atas barang impor berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok. Untuk produk yang diimpor dari negara anggota ASEAN dan Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok, aturan asal dan persyaratan lain untuk tarif preferensial yang diberlakukan berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Hong Kong dari Republik Rakyat Tiongkok dijelaskan.

PMK 79 / PMK.010 / 2020 dan PMK 80 / PMK.04 / 2020 akan berlaku pada 4 Juli 2020. Kedua peraturan PMK ini berlaku untuk dokumen pemberitahuan pabean yang telah memperoleh nomor registrasi dan tanggal pabean di mana kewajiban pabean dipenuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan kepabeanan pada tanggal berlakunya PMK. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: