Articles

Bea Cukai memfasilitasi ekspor industri garmen Yogyakarta

Nov 10, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Setelah Yogyakarta memasuki era baru normalitas, sektor ekonomi dan industri Yogyakarta mulai berkembang.

Salah satunya PT Busana Remaja Agracipta (BRA) yang kembali berproduksi (17/7) melalui kegiatan ekspor Jumat dengan menggunakan fasilitas Kawasan Berikat Pabean (KB).

Dalam ekspor ini, PT BRA mengirimkan 203 karton karton ke negara tujuan Inggris Raya (UK), termasuk 27.396 buah celana dalam. Nilai total ekspor melebihi 1,6 miliar rupee. Winanti, importir dan eksportir PT BRA, mengatakan lini produksi kami mulai berproduksi sesuai passion pasar luar negeri.

Industri garmen berupa pakaian dalam memiliki daya saing produk. Selain harus menghadapi persaingan harga dari kompetitor China, pasar yang tersedia sangat terbatas dan selektif. Menurut Winanti, PT BRA menunjukkan bahwa dengan strategi yang matang, perusahaan mampu bersaing di 39 negara di dunia sejak 1993.

Hal ini tidak terlepas dari keputusan manajemen untuk mengoptimalkan fasilitas kawasan pabean yang disediakan oleh pihak pabean. Ia menambahkan: “Dengan fasilitas KB, pelaku industri dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya agar tetap kompetitif di bawah normal baru.” Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Hengky TP Aritonang mengungkapkan, pemasangan di kawasan pabean adalah bea cukai. Dalam bentuk khusus, fungsi pajak konsumsi adalah untuk mendorong perdagangan dan bantuan industri, yaitu mendorong dan membantu pelaku industri untuk mengembangkan dan meningkatkan daya saing di bidang perdagangan. pasar internasional. Industri pakaian DIY dapat memanfaatkan kemudahan lain yang diberikan, seperti fasilitas impor untuk keperluan ekspor (KITE), KITE industri kecil menengah (IKM), KITE IKM insentif pajak, dan lain sebagainya.

“Bea Cukai Yogyakarta berkomitmen untuk mendukung sektor industri melalui pendampingan dan komunikasi terbuka dengan seluruh pengguna jasa dan pelaku usaha.”

Leave A Comment

  • Rate this recipe: