Articles

Nilai penggunaan fasilitas bea cukai sebelum ekonomi nasional pulih

Nov 11, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Memasuki masa pemulihan ekonomi nasional, pemerintah akan terus bekerja keras menjaga stabilitas pertumbuhan dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Selama pandemi Covid-19, Kementerian Keuangan memberikan berbagai insentif perpajakan dan prosedural melalui bea cukai untuk membalikkan penurunan kinerja ekonomi akibat dampak virus corona, serta dukungan bagi dunia usaha, Sehingga tidak akan semakin memburuk.

Berdasarkan data per 2 Juni 2020, total nilai impor barang yang diberikan oleh penanggulangan Covid-19 yang diberikan oleh pengenaan pajak atas barang impor adalah Rp. 3.84 triliun rupiah merupakan produk impor terbesar berupa masker sebanyak 133.140.117 buah dari berbagai negara.

Fasilitas yang digunakan importir antara lain program subsidi komoditas yayasan / organisasi kemasyarakatan (PMK70), pemerintah pedagang / daerah untuk impor pemerintah pusat (PMK 171), sesuai dengan lampiran huruf A (PMK 34) untuk penanggulangan Covid-19, Dan non-instalasi. Bentuk sistemnya adalah pembebasan bea masuk (BM) dan pajak konsumsi, tidak termasuk PPN dan PPnBM, serta pembebasan impor PPh 22. Total nilai pembebasan pajak dari 13 Maret hingga 2 Juni 2020 telah mencapai Rp848.000.065.722 (Rp848 miliar), di mana penyisihan BM adalah Rp390.522.910.569, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan PPnBM sebesar Rp282157292481, dan pembebasan pajak dari Rp222. PPh. 175 319 862 672.- — Selain itu, berdasarkan Surat Keterangan Skema Asal (SKA), fasilitas impor juga diberikan kepada negara mitra ASEAN. Dibandingkan dengan total impor valas pada tahun 2020, rata-rata volume impor yang menggunakan SKA sekitar 33% atau terhitung sekitar 52,37% dari total nilai valas yang diimpor dengan menggunakan SKA. Impor pangan yang termasuk dalam 10 produk yang diimpor melalui SKA adalah gula dan permen dari ASEAN (tabel D), Australia (tabel AANZ), China (tabel E) dan India (tabel AI). Terkait fasilitas, pihak bea cukai juga memberikan relaksasi kepada perusahaan melalui fasilitas kawasan berikat (KB) dan fasilitas impor yang diperuntukkan bagi ekspor (KITE). Sejak 1 April hingga 27 April 2020, total nilai rencana insentif perpajakan berupa pembebasan pajak berdasarkan Pasal 22 mencapai Rp882.637.858.209 (Rp882,63 miliar). 19. Khususnya sebagai bahan dasar pembuatan hand sanitizer dan disinfektan. Per 1 Juni 2020, jumlah etanol yang dibebaskan dari pajak konsumsi adalah 82.616.950 liter, yang diperkirakan mencapai Rp1,652 miliar, penerima manfaat dari instalasi tersebut adalah komponen komersial (19,41%) dan nonkomersial (53,55%). Kemudian, terhitung sejak 31 Mei 2020, 82 pabrik juga telah mengajukan kebijakan cukai dan pelonggaran produksi rokok, dan pabrik-pabrik tersebut telah menyerahkan dokumen penundaan cukai selama 90 hari. , Total nilai cukai 18,1 triliun rupiah, termasuk 8 pabrik rokok tipe I (Rp14,7 triliun), 67 pabrik rokok tipe II (3,3 triliun dollar AS) dan 7 rokok tipe III ( 0,019 triliun dollar AS). Berkomitmen untuk melayani masyarakat 24/7 dan memberikan berbagai kemudahan melalui fasilitas dan relaksasi selama pandemi Covid-19, serta terus menjalankan fungsi pengawasan untuk melindungi masyarakat dari barang berbahaya dan ilegal. -Untuk pengguna layanan dan publik yang membutuhkan informasi lebih lanjut, mereka tidak dapat menghubungi Pusat Kontak Bea Cukai 1500225 (obrolan web langsung di bit.ly/bravobc) atau melalui media sosial @beacukairi. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: