Articles

Karantina pabean menerapkan layanan impor satu atap berdasarkan manajemen pengiriman tunggal

Nov 28, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Setelah uji coba sistem pilot Single Submission (SSm) atau one stop bea cukai dan layanan karantina beberapa waktu lalu, sistem tersebut kini telah berhasil diterapkan di Pelabuhan Tanjung dan Pelabuhan Tanjung Emmas di Perak.

SSm telah membuat importir atau perusahaan pengelola jasa kepabeanan (PPJK), yang dapat menyampaikan dokumen kepabeanan dan karantina sekaligus dengan mengunjungi satu portal. SSm merupakan tindak lanjut dari Inpres No. 5/2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.

Pajak Bea Cukai Negara dan Karantina Pertanian Tanjung Perak, Bank Rakyat Surabaya, Pelindo III dan National Single Window Agency (LNSW) ) Melaksanakan pemeriksaan bersama atau pemeriksaan bersama dokumen pabean. Pemeriksaan dilakukan pada Selasa (7/7) di terminal peti kemas kawasan Gama Ray Surabaya (TPS) -urabaya.

Direktur Bea Cukai Tanjung Perak Aris Sudarminto mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan di Biro Karantina Bersama. Satu kontainer berisi 18,5 ton biji wijen yang diimpor dari India.

“Melalui pemeriksaan bersama ini, importir akan lebih mudah mengurus perizinan dan menekan biaya penanganan peti kemas, karena peti kemas tersebut akan langsung diperiksa oleh dinas bea dan karantina. Katanya.

Sebelumnya, Tanjung Ema Bea Cukai Sri Lanka juga melakukan pemeriksaan bersama pertama dengan BKIPM Semarang yang dilakukan di Pos Pemeriksaan Terpadu Pelabuhan (TPFT) Tanjung Emas, Senin (29/6) lalu.

Sebanyak 600 impor dari Bangladesh Kantong atau sekitar 15 ton sisik ikan kering menjadi barang pertama yang diperiksa oleh bea cukai-karantina.

“Alhamdulillah, kami menjajal lingkungan kerja Pilottin G Single Submission Customs (SSm) -pabean karantina dan cukai, karantina dan TPKS Kerja keras dan sinergi rekan-rekan pejabat membuat semuanya berjalan lancar, yang keduanya diterapkan di level sistem bagi petugas dinas lapangan untuk melakukan inspeksi. Saya sangat berterima kasih atas kerja Anda, dan mari kita jadikan pandemi ini sebagai momen untuk inovasi dan perbaikan, ”ujar Direktur Bea Cukai Tanjung Emas Anton Martin.

Ia menyatakan itu selain bisa Selain mendorong pembangunan ekonomi Indonesia selama periode ini, pada saat pandemi Covid-19, penerapan SSm ini juga harus menjadi solusi bagi seluruh pelabuhan di Indonesia untuk mengurangi waktu tunggu.Hal ini akan mengurangi waktu dan biaya pengeluaran peti kemas, sehingga meningkatkan bisnis dan bisnis Indonesia. Lingkungan Investasi Anton Martin menyimpulkan: “Selama pandemi ini, kita berinovasi dan berbenah untuk Republik Indonesia menjadi lebih baik. “

Leave A Comment

  • Rate this recipe: