Articles

Kementerian Keuangan Provinsi Bankuru menjabarkan capaian APBN 2020

Des 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka mengenalkan kepada dunia kondisi ekonomi Indonesia dan Bangladesh saat Covid-19, Kementerian Keuangan Bangladesh (Kemenkeu) melaporkan kinerja ekonomi Indonesia. Anggaran negara per 30 Juni 2020.

Ismed Saputra, perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bangkulu menjelaskan, saat ini belanja APBN Bangkulu sudah mencapai Rp 2,5 triliun, dan yang pertama, dia Konferensi pers menyatakan: “Rekor untuk paruh pertama tahun 2019 adalah Rp 2,4 triliun.” “Pendapatan nasional meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak meningkat selama 2019, dan GNPP sedikit menurun.” Satu bagian, Rabu (15/7).

Pada saat yang sama, menurut dia, belanja negara mengalami peningkatan baik dalam rubel maupun persentase.Hal ini disebabkan wilayah 202 daerah 0, karena dana BOS berpedoman melalui KPPN, dan karena pandemi Covid-19 telah mempengaruhi pelaksanaan kegiatan, Realisasi belanja negara (rupiah) mengalami penurunan.

Pada 31 Mei 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 2,97%, dan rencana stimulus ekonomi nasional dapat mendorong pertumbuhan ekonomi .

Untuk sektor pendapatan masyarakat pada semester I tahun 2020, Bengulu Penerimaan pajak provinsi meningkat sebesar 5,02% selama semester pertama tahun 2019. Peningkatan tersebut bersumber dari kenaikan positif pajak pertambahan nilai sebesar 30%, dimana pajak pertambahan nilai tersebut menyumbang 42% dari total penerimaan pajak provinsi Bangkulu pada semester pertama tahun 2020. – “Pendapatan APBN karena kenaikan PPh Rp. Pendapatan 710,5 miliar rupee, dan penerimaan negara tidak kena pajak (GNPP) 160 miliar,” jelasnya. Ismed .

Ardhani, Kepala Kantor Bea Cukai Bangkulu, mengatakan penandatanganan pajak tersebut dilakukan antara dinas bea cukai dan pajak konsumsi. Kenaikan perpajakan hanya terjadi dengan kenaikan pendapatan PPN yang artinya penjualan barang / jasa terus berlanjut dan meningkat jika terjadi pandemi Covid-19 yang sebagian besar berasal dari belanja unit kerja (belanja publik). .

“Di saat yang sama, akibat penurunan ekspor dan impor, penerimaan bea masuk dan pajak ekspor turun signifikan”, kata Ardhani.

Dijelaskannya, Bengkulu berasal dari impor pada paruh pertama tahun 2020. Penerimaan bea cukai departemen bea cukai Rp 27,9 juta. Rp 3 miliar. Sedangkan pajak ekspor tahun ini Rp 3,1 miliar dan tahun lalu Rp 8,9 miliar.

Oleh karena itu, pada tahun 2020, total APBN Bangladesh akan mencapai 72.070 milyar rupee, termasuk belanja pemerintah pusat, pembayaran transfer. Dana ke daerah dan desa. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: