Articles

Penggunaan fasilitas bea cukai selama pandemi Covid-19 untuk merangsang pemulihan ekonomi

Jul 14, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan (Kementerian Keuangan) terus memberikan langkah-langkah untuk merangsang pemulihan ekonomi dari dampak virus korona. Selama pandemi Covid-19, Kementerian Keuangan memberikan berbagai insentif fiskal dan prosedural melalui pajak bea cukai dan konsumsi untuk membalikkan penurunan kinerja ekonomi yang disebabkan oleh virus korona. Menurut data pada 19 Mei 2020, total nilai impor alat perpajakan impor yang digunakan untuk mencegah Covid-19 adalah 2.746.789.886.242 rupee (2,74 triliun rupee), di mana produk impor terbesar adalah masker, dan yang tertinggi adalah 106.571.092 dari berbagai negara. .

Fasilitas yang digunakan oleh importir meliputi: subsidi yayasan / lembaga sosial (PMK70), barang yang diimpor oleh pemerintah pusat / daerah (PMK 171), penanggulangan Covid-19 dengan huruf A (PMK 34) dan fasilitas eksternal. Fasilitas yang disediakan dalam rencana ini dibebaskan dari pajak impor (BM) dan pajak konsumsi, tidak membayar PPN dan PPnBM, dan dibebaskan dari pajak impor 22 impor. Nilai total pembebasan pajak dari 13 Maret hingga 19 Mei 2020 mencapai 602.611.433.446 Rp (602,61 miliar), di mana jumlah pembebasan BM berjumlah 258.914 186.663 Rp, tidak termasuk PPN dan biaya PPnBM adalah 239.704.964.515 Rp, dan dibebaskan dari pengumpulan PPh 22 Rs 103.992.282.308. Selain itu, fasilitas impor juga memberikan Certificate of Origin (SKA) dengan negara-negara mitra ASEAN. Rata-rata, dibandingkan dengan total impor mata uang asing pada tahun 2020, jumlah impor menggunakan SKA adalah sekitar 33%. Dari 10 produk yang diimpor dari SKA, impor makanan adalah gula dan permen dari Australia, Cina dan India. Bea Cukai, yang masih terkait dengan fasilitas, juga melonggarkan persyaratan perusahaan untuk menggunakan fasilitas di Zona Perdagangan Bebas (KB) dan Tujuan Impor dan Ekspor (KITE). Dari 1 April hingga 26 April 2020, nilai total insentif pajak dalam bentuk pembebasan Pasal 22 dari pajak penghasilan adalah Rp882.637.858.209 (Rp882,63 miliar). Bea Cukai berkomitmen untuk melayani masyarakat 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan menyediakan berbagai fasilitas melalui fasilitas yang fleksibel dan kebijakan fleksibel dalam kasus pandemi Covid-19, dan terus memantau fungsi mencegah masyarakat memasuki barang berbahaya dan ilegal. Pengguna layanan dan publik yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pusat Kontak Pabean 1500225 (obrolan online di bit.ly/bravobc) atau melalui media sosial @beacukairi. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: