Articles

Selama pandemi, tarif Bali Nusra masih dipatroli

Jul 15, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM – Administrasi Pabean Daerah Bali, NTB dan NTT (Bali Nusra) terus memantau distribusi barang ilegal dan berbahaya, terus di Bali dan Nusa Tenggara, Jumat (22/5). Hendra Prasmono, kepala kantor bea cukai Nusra di Bali, mengungkapkan bahwa patroli itu untuk mencegah kejahatan penyelundupan di laut. Dia mengatakan: “Semua pihak fokus pada pengelolaan pandemi Covid-19, dan bea cukai tidak ingin siapa pun menggunakan situasi ini untuk penyelundupan, terutama di perairan Bali dan Nusa Tenggara.” Pembaruan ini merupakan bagian dari patroli maritim ini. Bea Cukai Bali Nusra Bea Cukai menerima bantuan dari kapal patroli bea cukai BC 8004 dari pangkalan fasilitas tempur Tanjung Priok sambil mempertahankan perjanjian pencegahan Covid-19. Dia mengatakan: “Saat ini, pelaksanaan patroli maritim agak berbeda. Semua anggota kru memakai topeng, dan beberapa orang memakai peralatan pelindung pribadi lengkap.” Di laut, terutama dalam hal mencegah penyelundupan, bea cukai telah menjadi salah satu lembaga yang melakukan tugasnya.

Ada banyak titik rawan di Area Pengawasan Bea Cukai Nusra di Bali, dan ada kemungkinan bahwa tindakan kriminal yang dilarang dapat terjadi. Hendra mengatakan: “Barang-barang yang patroli Wallacea Nets adalah Ballpress (pakaian bekas), barang-barang konsumsi, kayu dan narkotika, mereka memasuki wilayah Indonesia melalui laut.” Bea cukai PSO di berbagai daerah. Ini untuk mencegah masuknya berbagai barang yang dilarang atau dilarang.

“Selain melindungi hak-hak nasional dan menegakkan hukum bea cukai dan pajak konsumsi, tujuan patroli maritim adalah untuk memastikan bahwa negara dan jiwa yang menyelamatkan dan menyelamatkan manusia tidak disalahgunakan. Barang berbahaya,” pungkasnya. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: