Articles

Aksi bersama oleh Bea Cukai Riau gagal menyelundupkan 2.760 volume tekstil

Jul 16, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Popularitas di Covid-19, Bea Cukai di Wilayah Khusus Kepulauan Riau (Kepulauan Rioine), Bea Cukai di Wilayah Riau, Pusat Bisnis Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Bea Cukai dan GST Kanbaru Utara dan GST serta Bea Cukai Bangladesh Dalam rangka kelanjutan pemantauan, Departemen Bea dan Cukai bersama-sama memerangi penyelundupan dan memperdagangkan volume tekstil / kain baru di dua tempat berbeda.

Agus Yulianto, kepala bea cukai Kepulauan Riau, awalnya mengungkapkan pada hari Minggu (29/3) bahwa para pejabat ini menerima informasi tentang pembongkaran barang impor ilegal di terminal. Buton / Siak dan pemuatan kargo di atas truk. Agus berkata: “Segera, petugas bea cukai dari Riau dan Pekanbaru melakukan pembersihan tanah dan memberi tahu bea cukai di Bangladesh dan bea cukai di Cape Town untuk melakukan penggerebekan laut.” .

Operasi gabungan dalam dua Tempatnya, yaitu J1. Diproduksi oleh Keuskupan Siak di Provinsi Riau dan perairan Sungai Lava – Argus menggambarkan barang-barang yang berhasil diperoleh melalui aksi gabungan 2760 bobot tekstil baru atau gulungan kain, dan 1 unit transportasi bernomor B9606 BYX Truk Fuso, salah satu sarana transportasi adalah kapal kayu KM. Silvi Jaya .

“Untuk menyelesaikan kasus ini, 629 gulungan barang tekstil atau gulungan kain baru di truk dan muatannya dibawa ke Kantor Pabean Daerah Riau untuk penelitian lebih lanjut”, Dia berkata. Selain itu, Argus mengatakan partainya membantu memastikan keamanan fasilitas transportasi dan muatan mereka. Dia mengatakan: “Kami juga memastikan keselamatan kapal KM. Silvi Jaya dan total 2131 gulungan tekstil dan ABK dibawa ke kantor regional khusus Kepulauan Riau untuk studi lebih lanjut.”

Argus menunjukkan bahwa bea cukai akan terus berlanjut Mengambil tindakan terhadap barang-barang terlarang termasuk tekstil dan tekstil ilegal.

“Ini setelah Presiden Jokovy menginstruksikan Departemen Keuangan, Bakramla, Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian dan Departemen Kepolisian untuk mencegah dan menghilangkan penyelundupan pakaian tua dan impor dan ekspor tekstil ilegal,” Ah Gus menyimpulkan. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: