Articles

Bea Cukai, karantina dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa bekerja sama dengan jagung yang diekspor ke Filipina

Jul 16, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

Pandemi TRIBUNNEWS.COM-COVID-19 tidak menghalangi bea cukai untuk menjalankan fungsi dan fungsinya sebagai fasilitator perdagangan, yaitu melalui berbagai upaya strategis untuk menyediakan fasilitas komersial untuk meningkatkan mobilitas barang dan perdagangan. Ini dicapai melalui peran Bea Cukai Sumbawa dalam membantu dan melaksanakan ekspor petani dari 6.600 ton jagung dari Sumbawa ke Cebu, Filipina.

Memperhatikan panggilan pemerintah pusat untuk menjaga jarak antara masyarakat dan masyarakat, kegiatan ekspor jagung yang diadakan di terminal pada hari Jumat (15/5) diekspor dari Pelabuhan Badas dan Sumbawa Besar melalui konferensi video Secara simbolis kapal membawa muatan untuk mengekspor jagung MV. Thang Long, akan dirilis langsung oleh Bupati Sumbawa Besar, disertai bea cukai dan karantina pertanian. Pada saat yang sama, Jakarta dan Denpasar menyampaikan pidato melalui konferensi video dari NTB dan NTT, direktur Biro Karantina Pertanian dan kepala Kantor Pabean Bali.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Besar, dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Bupati Mahmud Abdullah, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak karena mengucapkan terima kasih kepada PT Seger Agro Nusantara karena telah mengekspor jagung lokal dari Sumbawa.

“Keberhasilan ini adalah hasil dari sinergi luar biasa di antara semua pihak untuk terus mengembangkan potensi ekonomi wilayah Sumbawa, terutama dalam kasus pandemi COVID.-19 Dengan demikian, pemerintah daerah Sumbawa terus bekerja keras dengan menetapkan biaya pembelian pemerintah Tingkatkan produksi jagung, sehingga harga jagung stabil. Proses karantina pertanian dan pemetaan produk yang diekspor selalu disertai dengan karantina pertanian, dan bea cukai juga sama. Karena itu, Corn Mamud mengatakan: “Roduct dapat diekspor langsung dari Sumbawa, dan Bea Cukai Sumbawa akan terus membantu dalam pelaksanaan EKSPOR. Rencana CLINIC. “Pada kesempatan yang sama, chef de Barantan diwakili oleh AM Adnan, Plt pada kesempatan ini. Sekretaris Ballantan menjelaskan bahwa selain disebut lumbung jagung, Kabupaten Subawar juga memiliki empat produk pertanian utama lainnya. Produk ekspor, yaitu sarang burung, akar jarak merah, daun sisal dan kertas pembungkus daun, memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional. “Namun, karena berbagai alasan, masih ada banyak produk berkualitas tinggi yang tidak dapat diperoleh langsung dari Sumbawa Dikirim ke luar negeri. Sesuai dengan instruksi dari Biro Pertanian dan Karantina Menteri Pertanian, terus mendorong ekspor dan merangsang ekonomi. Barantan akan melanjutkan upayanya untuk membuka akses pasar dan menyatukan aturan karantina negara tujuan ekspor baru. . Pidato Hendra Prasmono, kepala Kantor Regional Bea Cukai NTB dan NTT Bali, mengatakan bahwa realisasi ekspor jagung ini harus meningkatkan kesejahteraan produsen jagung Sumbawa karena mereka dapat memperoleh manfaat dari harga yang lebih tinggi daripada harga jual lokal. Selain itu, karena ekspor langsung dari pelabuhan Zumbawa, diharapkan bahwa statistik ekspor Zumbawa juga akan lebih akurat dan efektif. Dia menambahkan bahwa pihaknya saat ini sedang mempersiapkan studi untuk merevitalisasi proses ekspor, yang tujuannya adalah untuk mengurangi biaya logistik ekspor. Mempromosikan ekspor langsung komoditas regional, petani, pengrajin, dan UKM lainnya melalui bea cukai setempat.

“Karena penggunaan prosedur EKSPOR KLINIK di berbagai departemen bea cukai, kami telah berhasil membantu prosedur dan prosedur ekspor sejauh ini. Mempercepat proses pelayanan bea cukai dan bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat dalam perizinan larva. Bea Cukai Dan pajak konsumsi siap untuk terus membangun sinergi dengan semua pihak untuk mendorong ekspor sehingga kita dapat berkontribusi pada pemulihan ekonomi di kawasan ini, terutama setelah pandemi COVID-19, “lanjut Hendra. Rudi Bayu Widjatnoko dari Kantor Pabean Sumbawa menyatakan bahwa keberhasilan ini dikoordinasikan oleh semua pihak, yaitu, tarif dan pajak konsumsi untuk ekspor prosedur dan teknologi terkait jagung di Sumbawa, Karatina Pertanian Sumbawa terkait dengan lisensi ekspor jagung dan pemerintah daerah telah mendorong dan mendorong Sumbawa Pemerintah Sumbawa untuk pengembangan produksi regional.

“Saat ini, Qua Pertanian telah mengeluarkan lisensi ekspor komoditas. Agen. LangsungYa, kami berharap bahwa dari produksi jagung ini, produk asli Sumbawa lainnya dengan kualitas ekspor akan muncul, yang akan berdampak pada perkembangan ekonomi masyarakat. “(*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: