Articles

Bisnis jaringan bea cukai Sriwijaya gagal menyelundupkan 24,5 ton bawang merah

Jul 17, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 yang saat ini menyerang Indonesia belum melemahkan bea cukai melalui sinergi untuk melindungi perbatasan Indonesia dari barang ilegal dan berbahaya. Kantor Bea Cukai Daerah Aceh, Kantor Bea Cukai Daerah Khusus Kepulauan Riau, Bea Cukai Sumatera Utara dan Bea Cukai Bellawang beroperasi bersamaan dengan kegiatan bisnis bersih Sri Vijaya, “Karena tidak ada perlindungan hukum, bawang ilegal tidak dapat diselundupkan diselundupkan Dokumen Impor Pabean.-Isnu Irwantoro, kepala hubungan masyarakat di Kantor Bea dan Cukai Daerah, mengatakan bahwa 24,5 ton lokio diduga diimpor dari Penang, Malaysia, dikemas dalam 2.722 9 Kantong kilogram diperoleh bersama-sama oleh bea cukai, dengan agen barang-barang konsumsi pada hari Rabu (20/5) di perairan Umi provinsi Aceh Tami, Tamion. Isnu Irwantoro mengumumkan nilai total bawang. KM Rajawali GT Biaya 15 diperkirakan Rp 752.000.000 pound, yang dapat menyebabkan departemen pajak menderita kerugian sebesar Rp 263.000.000, Rabu lalu (5/20) konsumsi BC 30004. Kantor bea cukai regional tim regional Aceh menginformasikan bahwa ada target Perahu kayu untuk muatan ilegal di Penang, Malaysia, “kata Isnu di provinsi Aceh timur. Lanjutkan untuk mencari kapal target. Hingga Rabu (20/5) pukul 21.00 waktu Indonesia Barat, Kelompok Kerja Khusus British Columbia Patrol 30004, yang terdiri dari petugas bea cukai dari Kantor Pabean Khusus Kepulauan Rione dan Kantor Regional Aceh, berada di Aceh Tamion Kapal target ditemukan di perairan Ujung Tamion.

Isnu mengungkapkan setelah mendekati bahwa tampaknya tidak ada personil di kapal target yang ditandai dengan nama lambung KM Rajawali. Enam anggota kontingen Rajawali memeriksa KM, tetapi tidak ada dokumen yang ditemukan oleh petugas bea cukai. Selama proses pemeriksaan, tim menemukan bahwa Rajawali KM sengaja dipecah menjadi bisul / rusak oleh awak dan menenggelamkan kapal, tetapi gugus tugas dapat mengelola kebocoran dan memastikan keamanannya. Setelah Li berhasil dilindungi, tim gugus tugas memilah-milah area di kapal yang sedang mencari kru pelarian, tetapi setelah satu jam mencari, kru KM Rajawali tidak ditemukan. Dikatakan bahwa awak KM Rajawali dipindahkan menggunakan perahu pemandu (Oscar) yang disiapkan terlebih dahulu. Barang-barang tersebut disimpan di dermaga di Pabean Belawan-hasil inspeksi dan penghitungan oleh pejabat di Pabean Belawan menunjukkan bahwa Rajawali KM mengemas 24,5 ton daun bawang @ 9 kg bawang dalam 2.722 kantong, tidak ada anestesi yang ditemukan Bentuk obat-obatan, zat psikotropika dan prekursor. Selain itu, file tersebut juga harus diserahkan ke bea cukai Aceh untuk penyelidikan dan pemrosesan lebih lanjut.

Sanksi hukum terhadap para pelaku penyelundupan barang-barang impor diatur oleh Pasal 102, paragraf a) Hukum Republik. Keputusan Indonesia No. 17 tahun 2006 tentang amandemen Keputusan No. 10 tahun 1995: “Siapa pun yang mengimpor barang-barang yang tidak disebutkan dalam Deklarasi Transportasi akan diselundupkan ke pangkalan impor, setidaknya satu tahun penjara, dan yang tertinggi Dapat dihukum 10 tahun penjara dan denda minimal Rp 50.000.000. Maksimal Rp 5.000.000.000 “.

Melalui sanksi hukum ini, diharapkan pelaku dan komunitas komersial tidak akan menerima barang selundupan, membeli, menjual, mendistribusikan dan / atau membeli barang selundupan sebagai bentuk partisipasi warga dalam upaya melindungi petani bawang merah, melindungi masyarakat dan lingkungan, dan mencegah Penyakit yang disebabkan oleh impor tanaman dan turunannya, meningkatkan daya saing industri nasional, dan meningkatkan pendapatan nasional dari tarif impor dan departemen perpajakan. Administrasi Umum Kepabeanankai Makin Baik。 (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: