Articles

Departemen Operasi Bersih Bea Cukai Srivijaya mencegah 24,5 ton bawang daun dari impor selundupan

Jul 08, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 yang saat ini menyerang Indonesia belum melemahkan bea cukai dengan sinergi untuk melindungi perbatasan Indonesia dari barang ilegal dan berbahaya.

Ramadhan 1441 H, Kantor Bea Cukai Daerah Aceh, Kantor Bea Cukai Daerah Khusus Kepulauan Riau, Kantor Pajak dan Bea Cukai Daerah Sumatera Utara, dan Bea Cukai Bellawang gagal menyelundupkan bawang merah ilegal di bawah sinergi bisnis bersih Vijaia di Sri Lanka Karena mereka tidak dilindungi oleh dokumen impor pabean yang sah. Diduga, petugas Bea Cukai dan GST berhasil memperoleh 24,5 ton 2.722 kantong 9kg di perairan Ujung Tamien, Kabupaten Aceh Tamien, Penang, Malaysia pada Rabu 20/05. Nilai total bawang adalah ex. Biaya KM Rajawali GT 15 diperkirakan Rp. 752.000.000, potensi kerugian dari departemen pajak adalah Rp. 263.000.000. ——————————————————————————————————————————————————————————————— “Keberhasilan penyelundupan ini disebabkan oleh informasi bea cukai kantor regional Aceh, yang tergantung pada kapal patroli khusus (Satgas) satuan tugas. Rabu lalu (20/5), pemerintah Kanada berterima kasih kepada BC 30004. Aceh Kantor pajak konsumsi tim regional melaporkan bahwa sasarannya adalah kapal kayu yang memuat barang ilegal dari Penang, Malaysia, “kata Isnu.

Untuk informasi ini, kontingen patroli BC 30004 sedang melakukan patroli laut Angkatan Laut Sriwijaya yang terintegrasi di pantai timur provinsi Aceh dan saat ini terus mencari kapal target. Hingga pukul 9:00 malam pada hari Rabu (20/5) di waktu Indonesia Barat, kelompok kerja khusus kapal patroli BC 30004 terdiri dari Kantor Daerah Pabean dan Kantor Pabean Kantor Wilayah Aceh Kantor Pabean Riau Petugas Pabean Riau di Aceh Tammi Yong Kapal target ditemukan di perairan Dami.

Isnu mengungkapkan bahwa setelah mendekat, ternyata tidak ada seorang pun di kapal target bernama KM Rajawali. Selain itu, enam anggota gugus tugas memeriksa KM Rajawali, tetapi tidak ada dokumen bea cukai yang ditemukan.

Selama inspeksi, tim menemukan bahwa KM Rajawali sengaja bocor / rusak oleh kru, menyebabkan kapal tenggelam, tetapi tim mampu mengatasi kebocoran dan memperbaikinya dengan benar. Setelah memastikan keselamatan KM Rajawali, tim kontingen menyisir area di kapal untuk mencari kru pelarian, tetapi setelah satu jam pencarian, kru KM Rajawali tidak ditemukan. Tampaknya para awak KM Rajawali bergerak dengan bantuan perahu pemandu (Oscar boarding) yang disiapkan sebelumnya. Barang disimpan di dermaga di Pabean Belawan. Hasil pemeriksaan dan penghitungan oleh pejabat di Pabean Belawan menunjukkan bahwa KM Rajawali mengandung 24,5 ton bawang merah dalam 2 722 kantong 9 kg bawang merah per karton. Ditemukan dalam bentuk obat-obatan narkotika, psikotropika dan prekursor. Selain itu, dokumen tersebut telah diserahkan kepada bea cukai daerah Aceh untuk pemeriksaan dan pemrosesan lebih lanjut. Undang-Undang Pabean No. 10 tahun 1995: “Siapa pun yang mengimpor barang yang tidak disebutkan dalam Deklarasi Transportasi akan dihukum penyelundupan di daerah pengimporan dan akan dihukum minimal satu tahun penjara dan maksimum 10 tahun penjara dengan denda. Setidaknya Rs. 50.000.000. Hingga Rp. 5.000.000.000 “.

Melalui sanksi hukum ini, diharapkan para pelaku bisnis dan masyarakat tidak akan menerima penyelundupan, penjualan, distribusi dan / atau pembelian barang-barang selundupan sebagai bentuk partisipasi warga untuk melindungi petani bawang dan penyakit yang disebabkan oleh adan ya Dampak dari masyarakat dan lingkungan adalah impor tanaman dan turunannya, serta peningkatan daya saing industri nasional, dan kenaikan tarif impor dan pajak nasional di departemen pajak. Pelindung masyarakat, fasilitator perdagangan, bantuan industri dan penagih pajak yang bertanggung jawab untuk urusan fiskal dan bea cukaiItu membaik. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: