Articles

Pada saat yang sama, di 9 lokasi, otoritas bea cukai dan karantina menekan total ekspor 28.000 ton produk pertanian

Jul 19, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Tarif dan pajak konsumsi dikombinasikan dengan karantina pertanian terus mendorong perusahaan kecil dan menengah di sektor pangan dan meningkatkan ekspor pertanian. Salah satu upaya pabean Makassar adalah Pusat Karantina Pertanian Makassar, yang mulai melonggarkan ekspor pertanian di pelabuhan Sukarno Hada pada Jumat (01/05).

Kantor Mumbai (Eva Arifah Aliyah), di mana kepala bea cukai langsung hadir, menyampaikan acara tersebut. Acara ini juga diadakan di sembilan pintu keluar utama, yaitu Semarang, Jakarta, Bellawang, Lampung, Makassar, Denpasar, Balikpapan, Tanjung Pruk dan Surabaya. Acara ini diadakan di bawah naungan langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui konferensi video. Ada 43 negara pengekspor, termasuk Italia, Cina, dan Uni Emirat Arab. Total produk mencapai 166, berat 28.000 ton, dan nilai ekonomi mencapai 75.536 crore.

“Rincian keseluruhan meliputi 108.000 kg kopi, pisang, nanas tidak melebihi 560.000 kg dan paprika tidak melebihi 14.000 kg.” , Rosin dan dupa.

Eva (Eva) diizinkan oleh bea cukai untuk mengawasi dan mempromosikan kegiatan impor dan ekspor. Di Indonesia, bersiaplah untuk mendukung gerakan yang dapat meningkatkan ekspor, terutama di Sulawesi selatan. Eva berharap: “Saya berharap liberalisasi ekspor pertanian dalam pandemi ini akan mendorong pengusaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan ekspor mereka.” -Bea Cukai dan Biro Karantina Pertanian Makassar bekerja sama untuk melindungi sektor pangan nasional, dan juga telah pindah Penyakit tanaman dihancurkan oleh media, sebagai cara untuk memantau operasi karantina, Agricole de Makassar — 23-Tentang SOP di tengah pandemi Covid-19, Eva Arifah Aliyah terlibat dalam membawa 7 penyakit hewan dari Malaysia dan Singapura Dan penghancuran langsung 14 lingkungan penyakit tanaman. Ini termasuk telur, dendeng, sosis, buah-buahan, sayuran, bibit tanaman, beras, bawang, dan bidala, tetapi tidak ada sertifikat isolasi dari negara asal. Eva berkata: “Kerusakan ini dilakukan untuk menghindari dampak kesehatan masyarakat dan melindungi PMI dari sektor makanan.” (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: