Articles

Bea Cukai dan BNN berhasil menggagalkan perdagangan narkoba di Belanda

Jul 25, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM – Kantor Bea Cukai Daerah Bali (Kanwil), NTB dan NTT (Bali Nusra), bekerja sama dengan beberapa kantor bea cukai lainnya dan BNN, berhasil mencegah penyelundupan obat-obatan dari luar negeri ke Denpasar. Maret 2020 — “Kami mengambil dua tindakan narkotika terhadap barang-barang Belanda di kantor pos Renon di Denpasar dari 11 hingga 23 Maret 2020, dan menangkap dua warga Rusia sebagai tanda terima kedua paket ini. People “, kata kepala Bali Nusra Sulaiman – Sulaiman menjelaskan bahwa para pelaku penyelundupan narkoba melalui barang-barang Belanda dan pejabat bea cukai berhasil memprosesnya.

“Sejak 9 Maret 2020, Bea Cukai Jakarta telah belajar bahwa ada kantor pos di Belanda, yang dikatakan mengandung persiapan narkotika, dan penerima adalah inisial Amerika Serikat (41) di Bali,” Su Lehman menjelaskan. Selama pengiriman, pejabat pabean Pasar Baru melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada sinar-X. Dia berkata: “Kami menemukan tiga paket plastik transparan dengan serpihan yang mirip dengan kulit coklat,” tambahnya.

Menurut hasil tes laboratorium, sampel artikel ini mengandung narkotika tipe dimetiltriptamine. Suleiman mengatakan: “Ada bukti dalam paket bahwa obat Dimetiltriptamina memiliki berat 1.543,7 gram.” – Tindakan selanjutnya diambil pada Senin (23/3), dan pengirim dan penerima sama dengan paket yang sebelumnya dikonfirmasi. – “Dari hasil pemeriksaan, paket plastik transparan berwarna coklat ditemukan, yang juga mengandung dosis obat tertentu, dengan berat 510 gram, dan itu adalah dimethyl triphenylamine.” Bea cukai Bali dan Nusra kembali melakukan pengiriman terkontrol Bekerja, kali ini, penerima paket siap untuk pergi ke Kantor Pos Ubud untuk mengambil paket. – “Akhirnya, pelaku A.S. (41) yang merupakan warga Rusia datang, mengambil paket dan ditangkap,” tutup Suleiman.

Atas tindakannya, Amerika Serikat dapat didakwa dengan 102 surat dalam Pasal 103 (c) UU No. 17 tahun 2006 dan Pasal 113 (2) RI No. 35 tahun 2009 . Ini dapat dijatuhi hukuman mati, penjara seumur hidup atau hingga 5 tahun penjara, hingga 20 tahun penjara dan denda hingga 100 miliar rupee untuk narkoba. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: