Articles

Operasi cyber bea cukai Sriwijaya menghentikan penyelundupan 24,5 ton impor daun bawang

Jul 26, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 yang saat ini menghantam Indonesia belum terkoordinasi untuk memuat bea cukai untuk melindungi perbatasan Indonesia dari intrusi barang ilegal dan berbahaya.

Bea Cukai Daerah Aceh Ramadhan 1441 H Kantor, Kantor Bea Cukai Daerah Khusus Kepulauan Riau, Bea Cukai Daerah Sumatera Utara dan Bea Cukai Belawan dalam sinergi Operasi Bersih Sriwijaya Sinergi tidak menyelundupkan bawang merah karena mereka tidak terpengaruh Perlindungan dokumen bea cukai impor yang sah. Isnu Irwantoro, Direktur Departemen Hubungan Masyarakat Administrasi Umum Bea Cukai, mengatakan bahwa 24,5 ton lokio dari Penang, Malaysia, yang terkandung dalam 9 karung 2722 kg, dirilis pada Rabu (20/5). Berhasil mendapatkan perlindungan di bawah perlindungan bea cukai dan petugas bea cukai. Perairan, Kabupaten Aceh Tamiang.

Isnu Irwantoro mengumumkan bahwa nilai total é adalah ex. Biaya KM Rajawali GT 15 diperkirakan Rp. 752.000.000, potensi kerugian departemen keuangan negara adalah Rp. 263.000.000. Konsumsi BC 30004, Rabu lalu (20/5). Kelompok kerja Kantor Pabean Daerah Aceh memberi tahu bahwa sebuah kapal kayu yang membawa kargo ilegal dari Penang, Malaysia menjadi sasaran serangan itu, “kata Isnu.

Staf dari Satuan Tugas Perahu Patroli BC 30004 memperoleh ini 1. Informasi. Operasi patroli maritim yang komprehensif “Sriwijaya Net” dilakukan di pantai timur Provinsi Aceh, dan kapal target yang direncanakan digeledah hingga pukul 21:00 pada hari Rabu (20/5) waktu Indonesia Barat, kapal patroli BC 30004 Di tempat kerja, sebuah tim yang terdiri dari petugas bea cukai dari daerah khusus bea cukai Kantor Wilayah Aceh dan petugas bea cukai Kepulauan Riau menemukan kapal target di perairan Ujung Taman di Aceh Tami.

Isnu mengungkapkan bahwa setelah mendekati, Ternyata tidak ada seorang pun di kapal target yang ditandai dengan nama lambung KM Rajawali.Selain itu, 6 anggota gugus tugas memeriksa KM Rajawali, tetapi tidak ada dokumen yang ditemukan oleh petugas bea cukai. Kapal tenggelam, tetapi gugus tugas mampu menangani kebocoran dan memperbaikinya dengan benar. Setelah berhasil memastikan keselamatan KM Rajawali, gugus tugas memilah area tempat kapal ditemukan untuk mencari kru yang melarikan diri tetapi membutuhkan waktu satu jam. KM Rajawali belum ditemukan. Rupanya, awak KM Rajawali melakukan perjalanan dengan bantuan kapal pemandu yang sudah disiapkan sebelumnya (kapal Oskadon). Barang disimpan di Terminal Pabean Belawan.

Inspeksi dan inspeksi oleh agen dari Pabean Belawan Hasil investigasi menunjukkan bahwa Rajawali KM mengandung 24,5 ton bawang hijau @ 9 kg dalam 2722 kantong, dan tidak ditemukan zat dan prekursor dalam bentuk anestesi atau obat psikotropika.Selain itu, file tersebut dipindahkan ke bea cukai daerah Aceh untuk diproses Investigasi dan pemrosesan lebih lanjut.

Sanksi hukum bagi penyelundup barang-barang impor diatur oleh Pasal 102 (a) Undang-Undang Republik Indonesia. Mengenai Keputusan Bea Cukai Mengubah Keputusan No. 10 tahun 1995, No. 17 tahun 2006, “Siapa pun yang mengangkut barang impor yang tidak termasuk dalam deklarasi dihukum karena penyelundupan di bidang impor dan dihukum minimal satu tahun penjara dan maksimum 10 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan maksimum Rp. 5.000.000.000 “.—————————————————————————— Dari sanksi hukum ini, diharapkan pelaku ekonomi dan masyarakat tidak akan menyelundupkan, menjual, mendistribusikan dan / atau membeli barang selundupan, sebagai bentuk partisipasi warga, berusaha melindungi petani dari bawang, adan Impor komunitas dan lingkungan penyakit yang disebabkan oleh ya adalah impor tanaman dan turunannya, yang meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan meningkatkan pendapatan nasional bea masuk dan departemen perpajakan.

Ini sama dengan bea cukai sebagai pelindung komunitas Sejalan dengan fungsi Fasilitator Perdagangan, Bantuan Industri dan Pengumpul Pajak akan melengkapi Kementerian Keuangan dan Bea Cukaikai Makin Baik。 (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: