Articles

Bertindak dengan lembaga pemerintah tentang langkah-langkah respons pabean untuk mengelola distribusi Covid-19

Jul 26, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Menyadari upaya pemerintah untuk mencegah dan menyebarkan virus korona, bea cukai di berbagai wilayah Indonesia dan lembaga lainnya telah bersama-sama merumuskan berbagai kebijakan untuk menanggapi pandemi.

Mulai dari Bea Cukai Merak, pertemuan diadakan di Morakot pada hari Rabu (18/3) dengan Bandara Mopah, TNI, Imigrasi, Karantina, Maskapai Penerbangan dan Rumah Sakit Distrik L. Nazwar, kepala Kantor Pabean Merauke, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pertemuan tersebut, sebuah tim telah dibentuk untuk menangani Covid-19.

“Kami melakukan simulasi pada penerapan Covid-19 di Bandara Mopah, seperti menyediakan pemindai termal untuk mendeteksi suhu tubuh dan simulasi Nazwar sebagai rekomendasi untuk mengeluarkan kartu peringatan (HAC).” Lalu, untuk ramalan Penyebaran virus di Mellock, terutama di daerah perbatasan, pemerintah sementara menutup fasilitas melalui Tim Bea Cukai, Imigrasi, Karantina dan Keamanan (CIQS). Pemerintah Bupati Maluku tentang Impor dan Ekspor Pos Perbatasan Tota Merauke (PLBN): “Beberapa kebijakan yang dirumuskan meliputi: mengeluarkan instruksi dari WFH untuk menyediakan 2 rumah sakit rujukan dan 11 stasiun kesehatan untuk pasien Covid-19, membatasi Trafiking ke Maluku dan tes penyaringan di Maluku, jelasnya, pada hari Minggu (22/3), bea cukai dan cukai Tanjungpinang membantu memastikan kedatangan tim khusus yang bertanggung jawab atas pengumpulan obat-obatan dan peralatan medis untuk mencegah Corona Virus ini menyebar dan mempercepat pengiriman celemek barat Pangkalan Angkatan Udara Raden Sadjad Natuna.Selain itu, Kantor Pabean Daerah Sulawesi Selatan mengoordinasikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (24/3) untuk bertemu secara positif Permintaan masyarakat untuk produk buatan tangan meningkat. Di bawah kebijakan Parjiya, kepala Kantor Pabean Daerah Sulbagsel, kantornya dengan cepat mengomunikasikannya kepada perusahaan etanol PT Basis Indah sehingga dapat menyediakan produk pendukung untuk mencapai 4000 liter etanol. — – “Selain itu, produk pendukung dibawa ke Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan dan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, dan mereka akan segera dirawat dengan nama mereka, yaitu pembersih tangan,” kata Pagia. : “Saya berharap epidemi ini akan berlalu dengan cepat, dan kesadaran semua lapisan masyarakat akan dinaikkan, sehingga mereka akan selalu tetap cerah dan bekerja bersama ketika mereka menghadapi hambatan. “(*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: