Articles

Bea Cukai Riau menghancurkan jutaan barang haram senilai 18,2 miliar rupee

Jul 28, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM – Daerah Administratif Khusus Kepulauan Riau Bea cukai menghancurkan barang-barang yang dihasilkan dari penuntutan dan penyelidikan pada tahun 2018, 2019 dan 2020. Pemusnahan Kamis (14/05) adalah bukti nyata bahwa penerapan fungsi kepabeanan adalah hukum perlindungan masyarakat, yang perannya adalah membatasi peredaran komoditas berbahaya yang dikonsumsi oleh masyarakat dan melindungi alkohol, rokok, dan telepon pintar, dll. Industri dalam negeri.

Agus Yulianto, kepala Kantor Pajak Pabean dan Konsumsi Daerah Khusus Kepulauan Riau, mengungkapkan bahwa pelaksanaan tugas melindungi masyarakat telah diwujudkan secara nyata, dan kerusakan harta benda disebabkan oleh tindakan tersebut ketika pelaksanaan telah diperoleh Kasus dengan efek hukum permanen. Argus mengatakan: “Dihancurkan dengan berbagai metode, seperti menghancurkan dengan alat berat, merendam dalam air dan membakar barang-barang tersebut.” Argus juga mengatakan bahwa saat ini, bea cukai menghancurkan 15.575 barang ilegal. Barang ilegal. Kemasan alkohol, 2.507.762 rokok ilegal dan 3.427 smartphone ilegal. Argus mengatakan: “Nilai total komoditas ini diperkirakan mencapai 18,2 miliar rupiah. Potensi kerugian negara adalah 26,4 miliar rupiah.” – Selain nilai material di atas, jika barang beredar di pasar bebas, jika ada hal-hal tak berwujud dalam imajinasi Nilai, yang tidak hanya merusak perkembangan industri dalam negeri, tetapi juga meningkatkan kerentanan sosial.

Bea Cukai terus memantau distribusi pajak konsumsi di masyarakat dan melindungi barang-barang industri dalam negeri. Diharapkan melalui penghancuran ini, bea cukai dan pajak konsumsi bertanggung jawab atas tindakan lanjutan atas barang-barang impor yang tidak memenuhi persyaratan.

Agar perusahaan yang bergerak dalam bisnis impor BKC dapat mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku. Diharapkan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang peraturan bea cukai dan pajak konsumsi, dan dapat meningkatkan sinergi yang kuat antara lembaga, pemimpin tradisional dan tokoh masyarakat. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: