Articles

Untuk mengoptimalkan layanan, Bea Cukai Bogor telah menciptakan 49 perusahaan sebagai daerah pabean independen

Jul 29, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Di tengah pandemi virus corona (COVID-19) yang tak tanggung-tanggung dan kebijakan sosial jarak jauh dan kerja-dari-rumah, Pabean Bogor terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna layanan, salah satunya hingga 2020 Pada 1 April 2015, 49 kawasan berikat perusahaan (KB) akan ditetapkan sebagai kawasan berikat independen (KB Mandiri).

Tatang Yuliono, kepala Bea Cukai Bogor, menjelaskan bahwa zona terikat bebas adalah fasilitas pajak untuk KB di India untuk menyediakan layanan independen untuk kegiatan bisnis terkait bea cukai.

“Menyediakan swalayan untuk daerah berikat yang berkualitas adalah salah satu dari banyak fasilitas yang disediakan oleh bea cukai di daerah berikat rebranding,” katanya. Mengingat bahwa keuntungan dari perdagangan bebas sangat besar, bea cukai telah menetapkan target di semua wilayah berikat di Indonesia pada tahun 2022 untuk mencapai swasembada atau lebih dikenal sebagai daerah berikat independen. d Ada sebanyak 24 perusahaan di Kabupaten Bogor, 19 perusahaan di Kabupaten Sukabumi, Kota Depok 2 dan Kabupaten Cianjur 4 perusahaan telah mengalokasikan persyaratan untuk menjadi KB yang independen. Model pengawasan dan layanan akan dilakukan secara independen oleh perusahaan yang menunjuk seorang karyawan sebagai petugas penghubung (LO). Agar proses layanan di basis pengetahuan independen berjalan lancar, Bea Cukai Bogor selalu memberikan bantuan kepada LO di setiap perusahaan basis pengetahuan independen dalam bentuk konferensi video, membuat panduan aplikasi untuk basis pengetahuan independen, dan menciptakan kelas khusus bagi LO untuk menggunakan online. Diskusikan kelompok untuk mengatur setiap keluhan. , Konsultasikan dan bagikan pengalaman 20 freelancer KB yang ada. Tatang menyimpulkan: “Keberadaan zona berikat independen diharapkan dapat meningkatkan ekspor, yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara.” (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: