Articles

Kantor Pabean Daerah Kepulauan Riau mempresentasikan kinerjanya pada kuartal pertama 2020

Jul 30, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Sebagai bagian dari bentuk transparan pengelolaan keuangan nasional, Kantor Pabean Daerah Khusus Kepulauan Riau menyerahkan laporan kinerja kuartal pertama 2020, yaitu Rabu 08/04. Laporan kinerja pendapatan berisi hasil yang diperoleh di Kantor Pajak Konsumsi Khusus Daerah Kepulauan Riau, analisis tren dan pemantauan.

“Pada tahun fiskal 2019, total pendapatan kami adalah 1.866 miliar rupee, termasuk pajak impor, pajak ekspor dan pajak konsumsi dan pajak impor. Impor (PDRI). Pada kuartal pertama tahun fiskal 2020, kami mengumpulkan pajak nasional Totalnya adalah 711 miliar rupee, ‚ÄĚkata Agus Yulianto, kepala Kantor Pabean Khusus Kepulauan Riau.

Dia juga merinci pendapatan yang dikumpulkan, termasuk pajak impor sebesar Rp 108 miliar. Di antaranya, pajak konsumsi adalah Rp 243 juta, pajak pertambahan nilai (PPN) adalah Rp 474 miliar, pajak penjualan barang mewah (PPNBM) adalah Rp 7,9 juta, pajak penghasilan impor (PPh) Rp 125 miliar, dan pajak penghasilan ekspor (PPh) 8,5 miliar. Miliar, PP PPN adalah 650 miliar rupee. Juga menurut data Agus, nilai mata uang ekspor pada kuartal pertama 2020 adalah US $ 495 juta, yang lebih rendah dari nilai mata uang impor senilai US $ 507 juta, yang berarti bahwa neraca perdagangan mencatat defisit US $ 11 juta. “Produk ekspor terbesar adalah gas alam, dengan nilai transaksi US $ 336 juta. Perusahaan Pertamina, Medco E&P Natuna LTD dan Premier Oil Natuna Sea BV diekspor ke Kepulauan Riau dalam bentuk minyak mentah, dengan nilai transaksi 443. Dia menjelaskan ekspor itu Jumlahnya adalah 35 juta dolar AS. Timah Tbk mengekspor timah dengan nilai 35 juta dolar AS. Perusahaan Indonesia Saricotama mengekspor kelapa dengan nilai 915.000 dolar AS.

Dalam hal pengawasan, Agus berada di Pada tahun fiskal 2019, Kantor Wilayah Pajak Konsumsi Khusus Kepulauan Riau telah mengambil 100 tindakan terhadap nilai barang yang terlibat, dan bukti yang diperoleh bernilai 166 miliar rupiah, yang dapat menyebabkan kerugian bagi negara 175 miliar rupiah.

” Pada kuartal pertama tahun fiskal 2020, kami melakukan 23 tindakan dalam hal regulasi. Kantor Operasi Khusus Kepulauan Riau berhasil menggagalkan salah satu operasi, yang merupakan penyelundupan 26 kg metamfetamin. Untuk berbagai komoditas ilegal, total potensi kerugian negara adalah Rp 56 miliar, seperti furnitur, minyak mentah, pelumas dan bahan bakar, kendaraan (kendaraan bermotor / tidak bermotor), suku cadang dan aksesori kendaraan, narkotika dan perintis mental (NPP) )), produk tembakau, minuman yang mengandung etanol, ball press, dan berbagai produk lainnya yang melanggar ketentuan Undang-Undang Pabean dan UU Pajak Konsumsi, simpulnya.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: