Articles

Menekan peredaran rokok ilegal dan menurunkan gudang agar pabean memproduksi rokok ilegal

Agu 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Ketika arahan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan untuk rokok ilegal telah turun ke kisaran 3%, berbagai tindakan bea cukai telah diambil sebagai bagian dari upaya nyata untuk menghilangkan aliran rokok ilegal, menyelamatkan hak negara untuk memperoleh penghasilan dan menciptakan kesehatan. Iklim bisnis pengusaha yang mematuhi peraturan yang berlaku.

Kali ini, operasi ini dilakukan oleh Bea Cukai Jawa Tengah bekerja sama dengan Bea Cukai Kudus dan Pomdam IV Diponegoro di gudang di Desa Bulu Cangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Selasa (10/3). Tim resmi menemukan lima pekerja mengemas rokok ilegal dan memberikan bukti dalam bentuk lima peralatan pengemasan dan 539.800 rokok.Nilai total barang diperkirakan 550 juta rupee dan potensi kerugian adalah 320 juta rupee. Aquino Yoyok Mulyawan, yang secara langsung memimpin operasi penegakan hukum, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi intelijen dan publik, pejabat bea cukai dan Pomdam IV Diponegoro mengambil tindakan tindak lanjut.

“Ada pengemasan ilegal atau pengemasan rokok.” Rokok ini disediakan oleh karyawan yang mempekerjakan pekerja untuk membungkus tembakau parut dan mengemasnya ke dalam tas (10 bungkus lereng merah).

Thomas melanjutkan dengan mengatakan bahwa kelima pekerja ini bukan penduduk asli Desa Bulu Cangkring. Namun warga Jepara dipekerjakan oleh pemilik gudang. “Kami pikir masih ada sejumlah besar pemasok rokok, dan kami akan terus mengeksplorasi. Rokok ilegal ini adalah merek rokok ilegal yang dijual di Sumatra,” tambah Thomas. “-Beberapa bulan yang lalu, pada hari Rabu (08/1), Bea Cukai Probolinggo juga menindak keras gudang-gudang pengemasan rokok ilegal di daerah Senduro dan berhasil menyita 2.469.500 rokok ilegal, dengan potensi kerugian 1,5 miliar rupee.

Probo Customs Kepala Administrasi Umum, Andi Hermawan, mengungkapkan pada konferensi pers, Kamis (3/11): Jadwal untuk tindakan terhadap gudang. — “Setelah mendapatkan informasi publik tentang pengiriman di Senduro Setelah informasi tentang rokok ilegal dan rokok kemasan, tiga hari kemudian, petugas menemukan gudang di belakang rumah yang ditempati oleh pelaku. Di desa kecil Tugu di desa Burno, Kec. Senduro Kab. “Aktivitas Limajang adalah mengemas dan menyimpan rokok tanpa menggunakan pita cukai untuk menyumbatnya,” jelas Andi. Karena diduga melanggar UU No. 39 tahun 2007 tentang pajak konsumsi Junto, “Hukum Pidana” Pasal 55 (1) hingga Pasal 50 dan / atau Pasal 56 Pasal 55, “Kami tidak akan mentolerir pelanggaran peraturan pajak konsumsi,” kata Andy:

Bea cukai terus menyerukan kepada masyarakat untuk memperhatikan lingkungannya Jika ada aktivitas abnormal terkait dengan produksi rokok, publik dapat melaporkannya kepada pihak berwenang untuk dipindahkan ke bea cukai setempat.Pabeanan memiliki saluran telepon 24 jam, yaitu Bravo Customs 1500225.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: