Articles

Didi Kempot di mata adat: teman-teman berjuang untuk menghilangkan rokok ilegal

Agu 02, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Berita tentang kematian “Patah Hati Ayah” mengejutkan kebiasaan. Padmoyo Tri Wikanto adalah kepala kantor regional DJBC di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Ia sedih dan merasa telah kehilangan para seniman yang baru-baru ini berjuang dengan kebiasaan untuk menghilangkan rokok ilegal. mulia. Ini berarti berpartisipasi dalam memastikan keuangan publik, memastikan pendapatan daerah dan secara tidak langsung mempertahankan pembangunan berkelanjutan.

Mulai tahun 2020, Didi Golden Can Company telah bekerja sama dengan bea cukai untuk melakukan kampanye untuk memberantas rokok ilegal. Artis, yang dikenal karena semangat sosialnya, menyerahkan salah satu lagu lamanya yang terkenal, Sekonyong-konyong Koder, untuk mengubah judul dan lirik lagu “Illegal Cigarette Gempur”. Lagu ini didistribusikan secara luas di media elektronik, media sosial dan perekam video di seluruh negeri.

Perjuangan untuk menghilangkan rokok ilegal tidak berhenti sampai di situ saja. Seperti kita ketahui bersama, Pabrik Rokok Didi Kempot dan Sukun menggelar roadshow tahap pertama di 10 kota di Jawa Tengah dari Februari 2020 hingga April 2020. Di setiap konser, selalu ada ribuan “Sobat Ambyar”, yang merupakan nama para penggemar. “Sad Godfather” juga disertai dengan kegiatan sosialisasi gempa bumi rokok ilegal, yang mempromosikan karakteristik rokok ilegal dan mendesak masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal, karena ini akan membahayakan “negara dan masyarakat.” Lima kota termasuk Ambarawa, Blora, Ungaran, Pati dan Grobogan telah berhasil diadopsi.

Sayangnya, pandemi Covid-19 memengaruhi penundaan konser berikutnya. Sekarang, dengan berlalunya Didi Kempot, seluruh rangkaian kegiatan belum berakhir.

Pertempuran dengan Didi Kempot tampaknya sudah mulai berbuah, terutama di Jawa Tengah. Kepala penegak hukum dan investigasi Moch Arif Setijo Nugroho mengungkapkan bahwa pada 30 April 2020, bea cukai telah berhasil menerapkan 105 tindakan pencegahan, jumlah rokok ilegal naik menjadi 11,44 juta, dan potensi kerugian negara itu mencapai 7,29 miliar rupee .– – Pada periode yang sama tahun 2019, bea cukai berhasil menerapkan tindakan pencegahan 98. Jumlah rokok ilegal melebihi 25,3 juta, dan potensi kerugian negara-negara yang telah mendapatkan jaminan telah mencapai 11,92 miliar rupee. . Dalam hal jumlah tindakan, itu sebenarnya meningkat sebesar 7,14%, yang menunjukkan keseriusan dan upaya tak henti-hentinya dalam menghilangkan rokok ilegal. -Tapi dari segi kuantitas, rokok ilegal turun 54,78%. Menurut laporan, alasan penurunan jumlah rokok ilegal di Jawa Tengah disebabkan oleh penggerebekan pabrik rokok di daerah Demak pada akhir tahun lalu, sehingga mengurangi pasokan rokok ilegal.

Ini juga merupakan tanda keberhasilan gerakan badai rokok ilegal. Partisipasi masyarakat dalam melaporkan keberadaan rokok ilegal juga diperkirakan akan terus meningkat, sehingga hak ekonomi negara dapat dijamin, dan hak ekonomi negara akan dikembalikan kepada publik. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: