Articles

Bea Cukai siap memberikan layanan peralatan medis impor untuk mencegah Covid-19 lebih mudah

Agu 03, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 7 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Kesehatan No. HK.01.07 dari 2020 melalui Kementerian Kesehatan, yang menetapkan deregulasi Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19) untuk beberapa produk peralatan medis. ). Di masa lalu, impor perangkat medis biasanya dibatasi atau harus memiliki lisensi impor dalam bentuk lisensi distribusi yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan atau sistem entri khusus (SAS). Dengan diterbitkannya peraturan ini, perangkat medis yang digunakan untuk menangani Covid-19 yang tercantum dalam peraturan di atas, perangkat medis diagnostik in vitro dan produk kesehatan di rumah tidak perlu lagi rileks. Mengeluarkan lisensi atau SAS, tetapi hanya dengan rekomendasi yang cukup untuk mengizinkan pembebasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam konteks percepatan pengelolaan Covid-19 melalui Keputusan Presiden No. 9 tahun 2020 (tentang revisi Keputusan Presiden No. 7 tahun 2020) terkait dengan ketentuan kelompok kerja yang dipercepat, penerbitan peraturan ini konsisten dengan kebijakan Presiden tentang pengelolaan Covid-19. . Dalam artikel ini, dinyatakan bahwa lisensi sistem perdagangan impor cukup untuk mengecualikan rekomendasi BNPB. Permintaan saran BNPB dapat dilakukan secara online. Pelamar dapat langsung mengunjungi situs web resmi INSW http://insw.go.id, lalu klik menu Aplikasi INSW dan pilih submenu “Lisensi Tanggap Darurat”. Pelamar dapat memilih menu pengiriman saran BNPB. Setelah itu, pemohon dapat mengisi formulir dan mengunggah dokumen yang diperlukan sesuai dengan jenis aplikasi. Sekarang, pemohon hanya perlu memantau status pengiriman yang direkomendasikan melalui fungsi program pelacakan pengiriman yang direkomendasikan oleh BNPB di situs web resmi INSW. Setelah proses analisis selesai, sistem akan mengeluarkan persetujuan atau penolakan untuk mengirimkan rekomendasi. Untuk barang non-komersial, jika BNPB telah mengeluarkan proposal, pemohon mengajukan proposal BNPB ke bea cukai utama / regional di pintu masuk fasilitas bea cukai atau lokasi manajemen untuk membebaskan bea masuk, bea cukai dan / atau pajak impor. Bea cukai akan memastikan bahwa tindakan tindak lanjut diambil sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan tentang pembebasan pajak impor, pajak konsumsi, dan / atau pajak impor. Kemudian, pemohon menyerahkan dokumen pemberitahuan impor barang (PIB) ke departemen bea cukai, di mana barang impor harus ditandai dengan nomor dan tanggal SKMK dan nomor dan tanggal yang direkomendasikan oleh BNPB sebagai otorisasi untuk mengecualikan sistem perdagangan impor. Setelah memenuhi semua kewajiban pabean, pemohon akan menerima Pemberitahuan Keberangkatan (SPPB) sebagai dokumen untuk pengeluaran barang impor. Untuk barang, jika proposal dikeluarkan oleh BNPB, pemohon cukup untuk menyerahkan dokumen PIB kepada bea cukai barang impor, termasuk nomor dan tanggal proposal BNPB, sebagai lisensi untuk barang bebas bea. Peraturan sistem perdagangan impor. Setelah memenuhi semua kewajiban pabean, pemohon akan menerima Pemberitahuan Keberangkatan (SPPB) sebagai dokumen untuk pengeluaran barang impor. Bagi mereka yang membutuhkan informasi lebih lanjut tentang layanan impor komoditas terkait dengan penanggulangan Covid-19, silakan hubungi 021-51010112 / 51010117 atau hubungi BNPB melalui pusat kontak pabean 1500225, atau melalui obrolan langsung. Lanjutkan bit.ly/bravobc. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: