Articles

Virus korona mempengaruhi ekonomi negara, Sri Muliani: Anggaran nasional harus fleksibel

Agu 03, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM – Bea Cukai Sumatra Timur, bersama dengan Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Selatan, mengadakan rapat kerja di Balai Sidang Negara untuk mempercepat dan mengalokasikan dana pedesaan, dijadwalkan akan diadakan pada tahun 2020 (28/02). Gedung Keuangan Palembang (GKN).

Menteri Keuangan. Dalam sambutannya, Sri Mulyani menjelaskan status ekonomi Indonesia di negara-negara G20. Dia mengatakan: “Sejauh menyangkut negara-negara G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kategori komoditas masih lebih tinggi dari 5,2%. Indonesia adalah ekonomi terbesar kedua dan 20 di dunia.” -Dia menjelaskan .

Dengan Di bawah pengaruh penyebaran virus korona (COVID-19), status virus ini telah menjadi pandemi dunia, Sri Mulyani baru saja berpartisipasi dalam pertemuan G20 di Riyadh. , Mengingat bahwa manajemen keuangan dan ekonomi negara akan selalu berkembang secara dinamis dan akan sangat bergejolak.

Gejolak ekonomi global disebabkan oleh virus korona (COVID-19). Sri Mulyani menambahkan bahwa perlu menggunakan anggaran nasional sebagai alat (kebijakan fiskal) untuk Gunakan saat kebutuhan ekonomis. Dia menambahkan: “Dengan melemahnya ekonomi dunia dan tantangan tujuan pembangunan, anggaran nasional harus dilonggarkan. Untuk mencapai anggaran nasional yang solid dan kredibel, tujuan ini harus dicapai.” Dalam hal ekonomi, Kementerian Keuangan telah mengadopsi serangkaian kebijakan pariwisata. Sebanyak 3,3 triliun rupee disetujui untuk anggaran nasional. Tindakan ini membebaskan pajak restoran dan restoran di banyak daerah untuk jangka waktu 6 bulan untuk menarik minat pariwisata nasional.

“Dia berharap:” Saya berharap bahwa para pemimpin Kementerian Keuangan di daerah akan membujuk pemerintah daerah dan provinsi untuk menjaga kondisi stabilitas ekonomi Indonesia.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: