Articles

Bea Cukai Teluk Nibung menghentikan 10 ton penyelundup bawang

Agu 04, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Tim Patroli Maritim Kepabeanan Teluk Nibung berhasil memperoleh perahu motor Madu Rezeki (KM) di perairan Tanjung Bangsi di Panj Hilir, Labuhanbatu pada pukul 5:30 pagi pada Selasa (10/3). — Kantor Pabean Teluk Nibung I Wayan Sapta Dharma mengatakan bahwa penangkapan dimulai ketika ada laporan bahwa sebuah kapal penyelundupan melintasi perairan di lepas pantai timur Sumatra.

“Tim juga berpatroli dan kemudian diselidiki. Setelah menemukan kapal yang cocok, kami menerima spesifikasi dan petugas mendekati dan menghentikan kapal. Di kapal, tiga anggota kru, yaitu satu Ming Tong Kong dan dua anggota kru, “Wei An menjelaskan. “B, A dan S adalah ketiga penduduk Provinsi Riau. Para kru mengakui bahwa mereka membawa 10 ton bawang yang diambil dari Port Klang di Malaysia untuk dugaan bea cukai bahwa bawang ini akan diperdagangkan di India. Jakarta Wilayah, karena harga saat ini adalah q. Karena kelangkaan makanan tertentu, harga di pasar tinggi. Ini karena mereka dibeli dari mereka yang khawatir tentang virus korona.

“Menurut informasi kapten, mereka diminta untuk pergi ke Pergi ke timur. Pantai Sumatra. Jika dibawa ke Jakarta, bukti lain diperlukan. 10.000, “lanjut Wayan.

Bea Cukai Teluk Nibung berhasil mencegah potensi kerugian sekitar 270 juta dolar dalam hak finansial nasional. Selain itu, Bea Cukai Teluk Nibung juga berhasil melindungi masyarakat dari daerah aliran sungai dalam bentuk bawang. Penyebaran hama tanaman karantina (OPTK) yang dibawa oleh daerah aliran sungai Cina, yang dapat mengancam ketahanan pangan Indonesia dengan menghancurkan tanaman yang menghancurkan spesies tanaman. Tumbuh di Indonesia. “Menurut informasi yang diberikan oleh pihak karantina, kerugian non-material, terutama kerugian Ini adalah tentang kerugian non-material dari larangan perbatasan. Menurut ini, masuknya gandum atau produk pertanian membutuhkan kondisi. Akses juga dibatasi, sehingga orang yang bisa makan makanan dilindungi karena mungkin mengandung zat berbahaya. >> Wayan menjelaskan.

Wayan menambahkan bahwa dia khawatir makanan dari produk lain dapat masuk ke Indonesia tanpa saluran resmi karena penduduk yang khawatir akan panik. Beli berbagai makanan yang disebabkan oleh coronavirus. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: