Articles

Bea Cukai Yogyakarta kembali untuk mengendalikan 20 ton vanili pada saat kedatangan barang impor

Agu 05, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Memasuki periode pemulihan ekonomi nasional, Kepabeanan Yogyakarta akan sekali lagi menyediakan layanan dan pengawasan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Salah satunya mengawasi dan memeriksa kedatangan Fasilitas Transportasi Udara Niugini di Papua Nugini yang membawa 20.000 kg vanila, di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada Minggu (7/6).

Pelacakan dan inspeksi kargo dilakukan oleh Hengky TP Aritonang, kepala Kantor Pabean Yogyakarta, secara langsung bekerja sama dengan PT Gapura Angkasa dan Pusat Karantina Pertanian Yogyakarta.

Hengky mengungkapkan bahwa vanila diimpor oleh PT Agri Spice Indonesia (PT ASI), dan PT Agri Spice Indonesia adalah salah satu importir yang mendapatkan tujuan ekspor dan fasilitas impor (KITE) dari bea cukai. Dia menjelaskan bahwa karena Papua Nugini beroperasi penuh, kargo yang tiba dari Papua Nugini adalah bandara pertama dan terpenting. Dia mengatakan: “Aktivitas impor ini adalah yang kedua kalinya kami menyediakan layanan di Bandara YIA. Ini adalah aktivitas impor utama.” – Dengan fasilitas ini, PT ASI dapat dibebaskan dari bea impor dan PPN gratis. Selain itu, Administrasi Negara Perpajakan menyediakan fasilitas pajak dan pembebasan dari pajak impor (Pasal 22 Rencana Insentif Pajak). Henkey mengatakan: “Bahkan selama pandemi, bea cukai akan selalu mengutamakan layanan dan mengawasi situasi impor dan ekspor. Bahkan selama pandemi, kami akan terus bekerja untuk Indonesia.”

Diimpor dari Papua Nugini Ekstrak vanila akan ditemani oleh bea cukai Yogyakarta sebelum tiba di Yogyakarta, termasuk transportasi dan proses pemberitahuan bea cukai untuk memastikan bahwa tidak ada hambatan dalam proses impor.

Memastikan keakuratan pemberitahuan daftar dan pemeriksaan bea cukai dan pajak konsumsi Yogyakarta atas rencana impor barang, dan inspeksi barang impor dengan pesawat terbang. Yaitu, dengan mencocokkan jumlah dan jenis muatan dalam manifes dengan muatan yang diangkut.

Kargo yang dibawa oleh pesawat Air New Guinea membawa 20 ton kargo vanila. Penerima barang adalah PT Agri Spice Indonesia di Klaten. Layanan Bea Cukai Sirip Logistik Fin Fin Yogyakarta (PPJK) memproses dokumen.

Kedatangan pengiriman pertama Bea Cukai Yogyakarta menunjukkan bahwa Bandara YIA siap untuk mendukung proses bisnis menggunakan fasilitas transportasi udara. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: