Articles

Operasi bersama Bea Cukai Riau gagal menyelundupkan 2.760 volume tekstil

Agu 05, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Dalam pandemi Covid-19, pabean Wilayah Khusus Kepulauan Riau (Kepulauan Rau), pabean Wilayah Riau, fasilitas operasi pabean Tanjong Bale Karimun, pajak pabean dan konsumsi Pekanbaru dan Bengkalis terus memantau pabean Memerangi penyelundupan bersama dan lalu lintas gulungan tekstil / kain baru di dua tempat yang berbeda.

Agus Yulianto, kepala bea cukai Kepulauan Riau, mengungkapkan bahwa awalnya pada hari Minggu (29/3), para agen telah menerima informasi tentang pembongkaran barang impor ilegal di sana. Terminal Buton / Siak yang populer, memuat kargo ke truk. Argus mengatakan: “Segera, petugas bea cukai di Riau dan Pekanbaru mulai menyapu tanah, dan memberitahu bea cukai Bangaris dan Kepri untuk melakukan penyapuan laut.” L melakukan operasi bersama di dua lokasi, lokasi bersama. . Diproduksi oleh Kabupaten Kabupaten Sikh, Provinsi Rio, Provinsi Hanoi, India dan perairan Sungai Rawa.

Agus menggambarkan barang-barang yang telah berhasil diamankan melalui aksi bersama 2.760 gulungan tekstil atau gulungan kain baru, dan dalam bentuk truk Fuso (B9606 BYX dan 1) dalam bentuk unit instalasi transportasi Terbukti. Unit instalasi transportasi dalam bentuk perahu kayu bernama KM. Silvi Jaya.

“Untuk menyelesaikan kasus ini, total 629 gulungan tekstil atau kain baru dari truk dan muatannya dibawa ke bea cukai daerah di Riau untuk studi lebih lanjut,” katanya. Mengatakan. -Selain itu, Argus mengatakan bahwa partainya membantu memastikan keamanan fasilitas transportasi dan muatan mereka. “Kami juga memastikan keselamatan kapal KM. Silvi Jaya dan total 2.131 gulungan tekstil dan ABK dibawa ke Kantor Regional Khusus Kepulauan Riau untuk studi lebih lanjut,” katanya-Agu Si menunjukkan bahwa bea cukai akan terus mengambil langkah-langkah untuk memerangi penyelundupan, termasuk tekstil dan tekstil ilegal.

“Ini adalah untuk mengikuti instruksi yang dikeluarkan oleh Presiden Jokovy kepada Departemen Keuangan, Bakamura, Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian dan Departemen Kepolisian untuk mencegah dan menghilangkan penyelundupan pakaian bekas dan impor dan ekspor tekstil ilegal yang masih ada. “, Argus menyimpulkan. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: