Articles

Sinergi antara Kediri Bea Cukai dan BBKP Surabaya menghancurkan 1,5 ton mustard putih

Agu 07, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Sinergi antara Pusat Karantina Pertanian Surabaya (BBKP) dan Kantor Bea Cukai Kediri (Kantor Bea Cukai Kediri) menghancurkan 1,5 ton benih sawi putih dari Korea Selatan selatan pada Kamis (16/07), senilai 1,2 miliar Rupiah. Tujuan menghancurkan benih adalah untuk mencegah potensi penyebaran penyakit tanaman di Indonesia.

Alasan kehancuran adalah karena biji sawi putih mengandung bakteri A1, atau mereka tidak pernah ditemukan di Indonesia. Menurut hasil laboratorium BBKP Surabaya, Pseudomonas Viridiflava dan A2 Pseudomonas Chicorii ditemukan pada biji sawi putih.

“Semua barang asing yang akan masuk ke dalam negeri harus lulus tes terlebih dahulu. Terkait benih sawi putih ini menurutnya sudah banyak memenuhi syarat untuk mengimpor sawi dari negara ginseng,” jelas Musyaffak. Widodo Wiji Mulyono, kepala departemen intelijen dan bea cukai Kediri, menjelaskan beberapa kondisi impor untuk benih sawi putih yang diimpor, termasuk dokumentasi lengkap yang diperlukan, seperti sertifikat phytosanitary untuk sertifikat sanitasi.

“Selain itu, biji sesawi harus dikatakan:” Izin impor harus diperoleh dari Menteri Pertanian, dan tidak boleh ada penyakit tanaman dan hama serangga. Pembakaran sawi putih untuk mencegah hama dan penyakit menyebar hingga tanaman punah. Benih sawi putih yang dikirim ke Indonesia dilengkapi dengan dokumen yang dipersyaratkan, seperti surat keterangan foto dan izin impor dari Menteri Pertanian, namun menurut hasil petugas laboratorium, Mousafak Katakanlah: y, bijinya tidak bebas dari penyakit tanaman dan hama serangga yaitu bakteri Pseudomonas viridi flava dan Pseudomonas chicorii.

Musyaffak mengatakan bahwa bakteri Pseudomonas Chicorii pada biji sawi putih Korea semoga bermanfaat untuk pertanian khususnya berkebun Hasil panen itu menjadi ancaman serius, demikian pula Kepala Seksi Intelijen Pabean Kediri dan Penegakan Hukum. Pemilik produk Polisi Daerah Weitz, Komando Wilayah Militer Weitz dan Ketua PT KSI juga menghadiri pertemuan tersebut. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: