Articles

Menyita 29,5 kg metamfetamin dan 23.000 pil ekstasi, dan menyita 6 truk pakaian ilegal

Agu 07, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Dengan kebiasaan Republik Indonesia (Sabtu / 03/07) di Riau Dumai, polisi berhasil menghentikan penyelundupan metamfetamin dan obat-obatan ekstasi. Metode yang digunakan oleh penulis adalah menyembunyikan obat-obatan dalam kantong teh Cina. -Menurut pemeriksaan oleh petugas gabungan, ada 16 kotak paket metamfetamin yang beratnya sekitar 16 kilogram dalam kertas kemasan teh Guan Guanwang, dan sekitar 8 kilogram paket metamfetamin yang beratnya sekitar 8 kilogram pada kertas pengemasan teh Pinping, dan 4 paket metamfetamin dengan berat sekitar 23.000 lembar paket ekstasi. Tas merah. Selain berhasil memastikan keamanan narkotika, para petugas gabungan polisi itu juga menangkap dua tersangka yang membawa inisial RY dan SS. -Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi (Heru Pambudi) mengungkapkan: “Operasi ini diluncurkan berdasarkan informasi publik pada hari Jumat (03/06). Menanggapi informasi ini, pejabat gabungan kepolisian dan investigasi kriminal bersama Departemen segera menindaklanjuti laporan itu. “

Petugas militer memantau wilayah pelabuhan Wilmar dan menemukan dua penyelundup darat mengendarai sepeda motor dan berada di bawah pengawasan ketika mereka lewat. Perwira itu terus bergerak maju, tetapi ketika mereka berdua bertempur saat melarikan diri, petugas itu mengambil tindakan yang diarahkan dan ditargetkan untuk menghentikan mereka. Saat ini, bukti dan tersangka telah dikumpulkan dan akan diselidiki lebih lanjut oleh Biro Investigasi Kriminal dari Unit Investigasi Kriminal Kepolisian Nasional.

Selain tindakan yang diambil di Dumai, Kepolisian Nasional Indonesia berhasil menghentikan kegiatan penyelundupan Jaringan Internasional Malaysia-Batam-Jakarta di Pulau Batam (3/7) pada hari Sabtu. Polisi menangkap dua orang dengan inisial (F) sebagai kru / kru dan (S) sebagai penerima barang dan tempat penyimpanan barang. Mereka dilaporkan diperiksa oleh narapidana di Penjara Cipinang. Selain menangkap tersangka, polisi juga menangkap tas hitam berisi 5 paket kuning dan 1 paket teh Cina, paket-paket ini dibuka berwarna hijau dan dicurigai sebagai metamfetamin. Helu mengatakan bahwa operasi anti-narkoba di Dumai adalah bagian dari operasi. SHINING adalah tindakan penegakan hukum terakhir yang saat ini diterapkan oleh bea cukai. Operasi BINAIRE adalah sinyal panggilan untuk operasi simultan di semua wilayah Indonesia, yang tujuannya adalah untuk memiliki dampak yang lebih besar dengan memotong pasokan narkotika dari pihak nasional dan internasional (titik masuk dan titik masuk). Distribusi). Operasi ini dilakukan dengan meningkatkan intensitas koordinasi antara bea cukai dan petugas penegak hukum lainnya, yaitu Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian Republik Indonesia.

Operasi BININ berhasil menekan setidaknya 18 kasus. Dari 29 Februari 2020 hingga 9 Maret 2020, Bea Cukai Soekarno Hatta, Bea Cukai Palembang, Bea Cukai Batam, Bea Cukai Ngurah Rai, Bea Cukai Ambon, Bea Cukai Tanjungpinang, Bea Cukai Riau, Bea Cukai Riau Bea Cukai Mataram dan Bali telah mencapai kesuksesan Sekitar 78,1 kilogram narkotika dapat diperoleh, termasuk amfetamin, metamfetamin, ekstasi, nitroceta epa, diazepa, alprazolam, bromazine, tembakau gorila, kanabis, tramadol, dan MDA. Operasi BINING terbaru adalah operasi anti-narkoba yang dilakukan di Lombok oleh Bea Cukai Mataram dan Bea Cukai Bali bekerja sama dengan BNN dan Bandara Internasional Avsec Lombok dari 7 hingga 9 Maret 2020. 0,9 gram ganja dan 159 gram metamfetamin.

“Karena tindakan petugas yang mencurigakan, petugas menjadi curiga terhadap penumpang tersebut. Lalu, kami bawa pelaku ke ruang pemeriksaan. Hasilnya ditemukan 0,9 gram ganja di barang-barang pribadinya. Kami juga menggunakan Pelaku dibawa ke Heru dan menambahkan bahwa pemeriksaan X-ray rumah sakit mengungkapkan bahwa ada 159,98 gram dalam rektum. “Kemudian petugas melanjutkan untuk mengembangkan kasus ini. Dari perkembangan kasus tersebut, mereka menangkap dua tersangka berinisial (MR) dan (R) lainnya pada 8 Maret 2020. Sehari kemudian, tepatnya pada 9 Maret 2020, aparat kepolisian berusaha kembali melindungi tersangka dengan inisial (HK) atau (SW) yang ditemukan tersembunyi. 58,1 gram metamfetamin disembunyikan di dubur tersangka.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: