Articles

Bea Cukai kembali memblokir pengiriman rokok ilegal dari Surabaya

Agu 08, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Dalam keadaan dan kondisi apa pun, bahkan dalam pandemi Covid-19 saat ini, komitmen dan keseriusan bea cukai untuk secara konsisten menerapkan hukum di sektor konsumen tidak perlu dipertanyakan. Untuk membuktikan hal tersebut, setelah berhasil mencegah pengapalan lebih dari 3,1 juta rokok ilegal dua hari lalu, pihak bea cukai kembali berhasil mencegah pengiriman ratusan ribu rokok ilegal asal Surabaya.

Pada langkah pertama, menurut Petugas Hubungan Masyarakat Kantor Bea dan Cukai Daerah Mohammad Yatim Jawa Timur I, pejabat bea cukai telah memperdalam pesan pengiriman rokok ilegal ke daerah Banjarmasin di selatan. Kalimantan, ekspedisi L dari daerah Semut Surabaya. Kemudian, pada hari Senin, 13 April 2020, sekitar jam 9:00 pagi di Konferensi Bank Dunia, pejabat bea cukai mengambil tindakan dan mendapati bahwa 72 bola atau 288.000 rokok merek GL ilegal terlibat dalam apa yang disebut pajak cukai palsu. -Rokok ilegal dikirim ke bea cukai di wilayah Jawa Timur I sebagai bukti. Saksi yang diselidiki, GS bersaudara yang merupakan karyawan swasta, dan pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas terkait akan diselidiki lebih lanjut. Untuk tindakan ini, petugas polisi mengeluarkan sertifikat eksekusi, laporan inspeksi dan laporan pengiriman.

– Selain itu, Mohammad Yatim menambahkan bahwa jalannya operasi adalah bagian dari operasi rokok ilegal GEMPUR, yang secara rutin dijadwalkan oleh kantor bea cukai regional. mendapatkan. Yatim mengatakan: “Nilai total rokok ilegal yang diperoleh melalui operasi ini lebih dari 300 juta rupee, dan perkiraan potensi kerugian negara itu lebih dari 150 juta rupee.” Yatim mengatakan bahwa rokok ilegal melanggar banyak aturan pajak konsumsi para penjahat. Yaitu, Pasal 55 dan / atau Pasal 56 UU No. 39 tahun 2007 mengubah UU Pajak Penghasilan No. 11 tahun 1995, yaitu: memalsukan ikat pinggang konsumsi, membeli perangko pajak konsumsi palsu, dan perangko pajak konsumsi bekas; Dan memiliki hasil kriminal dari BKC.

Jika terbukti, pelaku akan dijatuhi hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 8 tahun penjara, serta denda 8 kali lipat jumlah pajak konsumsi dan denda maksimal 10 kali lipat. Lipat gandakan nilai pajak konsumsi, dan / atau penjara selama minimal 1 tahun, hingga 5 tahun, dan denda pidana minimal 2 kali jumlah pajak konsumsi dan 10 kali jumlah pajak konsumsi yang harus dibayar. Yatim mengatakan: “Kami menyesal bahwa dalam kasus ini, masih ada peserta komersial yang memanfaatkan epidemi Covid-19 untuk menjual rokok ilegal.” Kesadaran hukum dan keterlibatan masyarakat penting untuk mendukung kinerja bea cukai di masa depan, termasuk pengendalian ilegalitas. BKC dan memastikan hak keuangan negara untuk pajak konsumsi keduanya diperlukan.

“Kami dapat menekankan kepada publik bahwa semua bea cukai menunggu pengawasan dalam lingkup operasi rokok ilegal GEMPUR,” Yatim mengumumkan di akhir rilisnya. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: