Articles

Koordinasi bea cukai, TNI dan BNN tidak dapat menyelundupkan lebih dari 30 kg metamfetamin ke Dumai

Jul 08, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM – Tim Gabungan Bea Cukai Dumai, Polisi Militer Angkatan Laut Dumai (POM AL) dan Administrasi Narkotika Nasional (BNN) berhasil menghentikan penyelundupan lebih dari 30 kg metamfetamin dari Kota Dumai ke perairan teritorial pada Sabtu (06) / 13)). Tim ini langsung dipimpin oleh kepala Administrasi Bea Cukai Dumai Fuad Fauzi.

Fuad mengungkapkan bahwa masih ada banyak celah dalam wilayah geografis perbatasan, dan jelas masih masuknya mereka ke dalam penyelundupan. Peluang luar biasa untuk barang ilegal di wilayah Nusantara. — “Ingat, mereka berusaha membuat komunitas lokal menjadi kurir atau pengangkut barang ilegal ini. Kesenjangan ekonomi, kelangkaan pekerjaan, dan penyediaan upah yang sangat menguntungkan tampaknya menjadi variabel. Fuad berkata:” Tindakan dimulai Pada hari Jumat (12/06) petugas kepolisian menerima berita bahwa kegiatan metamfetamin akan dilakukan dari Malaysia ke Indonesia. Douan Dumai (Douan Dumai) segera berkoordinasi dengan berbagai kelompok internal dan eksternal untuk membentuk beberapa tim untuk ditempatkan di beberapa lokasi yang mungkin merupakan lokasi pendaratan atau penyeberangan perbatasan.

Fuad mengungkapkan: “Kami akan mengerahkan 3 patroli untuk mendukung kegiatan ini. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh POM AL Dumai dan BNN.”

Pengawasan dilakukan selama lebih dari 12 jam, pada 6 Hasilnya diraih pada hari Sabtu, 13 Maret. Salah satu tim menduga bahwa speedboat berkecepatan tinggi bergerak di sepanjang perairan Tanjung Lebam Dumai. “Di bawah manajemen Bangladesh”. Setelah perburuan, kapal yang diselundupkan berusaha melarikan diri atau bahkan memprovokasi petugas. “Kapal cepat menabrak kapal patroli bea cukai. Malang, kapal cepat mereka benar-benar rusak dan akhirnya tenggelam,” tambah Fuad.

Dua tindakan yang berhasil diambil sebagai tanggapan atas tindakan ini, dengan huruf pertama dari setiap tindakan adalah RI (26) dan MY (34). Pejabat juga berhasil mendapatkan 30 paket metamfetamin dengan berat 30 kg dan berat 32 kg (berat kotor) .Paket-paket ini berasal dari merek teh Cina Guanyin, nilai estimasi produknya adalah 32 miliar rupiah. Untuk tujuan ini, petugas menyelamatkan 161.000 nyawa dari risiko narkoba yang dapat membahayakan kesehatan. Penulis dan bukti kemudian dipindahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk motif tersembunyi. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: