Articles

Metode sosial, bea cukai, dan pajak konsumsi online untuk menyampaikan informasi bea cukai terbaru

Agu 09, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Meskipun pandemi Covid-19 di Indonesia, Bea Cukai memastikan bahwa layanan yang diberikan kepada pengguna layanan terus beroperasi secara normal. Salah satu bentuk layanan yang diberikan adalah konsultasi dan sosialisasi regulasi, serta diskusi langsung antara bea cukai dan pengguna layanan. Untuk dapat memberikan layanan berkualitas selama pandemi, bea cukai secara aktif mengadakan pertemuan online dengan pengguna layanan untuk memberikan saran kepada pengguna layanan.

Kamis (06/04), Bea Cukai Bekasi menyelenggarakan pertemuan berbagi online dengan pengguna layanan yang berlokasi di Zona Pengawasan Bea Cukai Bekasi untuk memproses penilaian gudang berikat (GB). Hatta Wardhana, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, mengungkapkan kriteria penilaian fasilitas gudang berikat. Hada mengatakan: “Penilaian kami terkait dengan memenuhi persyaratan fisik, geografis dan administrasi sesuai dengan peraturan terbaru.” Bea Cukai secara rutin melakukan penilaian ini untuk mengukur tingkat efektivitas, efisiensi, dan dampak peralatan yang diterima oleh perusahaan yang menerima peralatan standar nasional, dan Mengukur tingkat efisiensi yang dicapai oleh perusahaan distribusi standar nasional, “tambah Bagus. Pada hari Rabu (06/03), Kantor Pabean Jakarta juga mengadakan acara penjangkauan online untuk membahas target dengan fasilitas area berikat (KB) dan fasilitas tujuan impor ( KITE) adalah langkah insentif tambahan untuk perusahaan, yaitu nomor 31 / PMK.04 / 2020 yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Keuangan.

Haryo Limanseto, kepala Departemen Fasilitas Kepabeanan, mengungkapkan bahwa bea cukai akan mencoba untuk memungkinkan penerimaan industri kecil dan menengah (IKM) Pengusaha fasilitas KITE dan KITE sedang dalam kesulitan.

“Sejauh ini, setidaknya 100 perusahaan lokal dan internasional menggunakan fasilitas KITE yang terdaftar dan dilayani oleh Kantor Pabean Jakarta. Lulus PMK 31 / PMK.04 / 2020 ini. Kementerian Keuangan telah memberikan langkah-langkah stimulus berupa stimulus fiskal melalui bea cukai, termasuk penangguhan bea masuk dan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ”, pungkas Haryo. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: