Articles

Kebiasaan Kalbagbar menghancurkan ribuan rokok ilegal dan pakaian bekas

Agu 10, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Barat Kalimantan (Kalbagbar) kembali memusnahkan berbagai alat reproduksi, antara lain ribuan rokok dan puluhan peluru dari baju bekas / pers ilegal. , Senin 04/20) .

Kepala Departemen Penegakan Hukum dan Investigasi Suprayanto mengungkapkan bahwa produk yang dihasilkan dalam gugatan tersebut adalah 77.904 batang rokok dengan stempel cukai yang tidak memenuhi syarat, 54 bola pakaian tua dan 4 tas tanpa dokumen Sepatu lama. Untuk memberikan status Barang Milik Negara (BMN), namanya telah disetujui oleh Dinas Real Estat dan Lelang Pontianak untuk dimusnahkan, dan nomor pengesahannya adalah S-88 / MK.06 / WKN.11 / KNL.01 / Tanggal 2018 adalah 17 September 2018. “Kalbar merupakan provinsi dengan laju kebakaran hutan / lahan yang tinggi hingga tahun 2019, jadi kami sangat prihatin dengan hal tersebut.“ Hanya kegiatan yang bisa dilakukan sekarang. “Dia berkata.

Beberapa barang yang dihasilkan oleh pembakaran dihancurkan oleh pembakaran dalam bentuk rokok, sedangkan pakaian bekas dan sepatu dihancurkan karena fungsinya, dan kemudian barang-barang ini dibuang. Barang-barang ini berada di Batu Layang (Batu Layang) dimusnahkan dalam pemberantasan nanti.

Suprayanto menambahkan bahwa pemusnahan ini merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup tentang mekanisme pemusnahan, kemudian perusakan fungsi termasuk dalam pemusnahan tersebut. Berkata: “Jika mereka dipotong-potong, fungsi pakaian dan sepatu tidak lagi dapat digunakan. “

Dalam kesempatan yang sama, Suparyanto menambahkan bahwa pakaian tekan semacam ini tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, karena di negara asalnya ia menggunakan pakaian yang tidak memahami kondisi kesehatan.” Pakaian pulpen juga merugikan perekonomian Indonesia, pungkasnya Dikatakan bahwa bahkan jika kualitas pakaian yang diproduksi asing tidak kalah dengan pakaian buatan Indonesia, kualitas pakaian bekas Ballpress tidak dapat dijamin dan dapat membahayakan kesehatan.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: