Articles

37 perusahaan di kawasan berikat memperoleh izin pabean untuk memproduksi masker dan alat pelindung diri

Agu 11, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, di bawah pengawasan bea cukai dan pajak konsumsi, tidak kurang dari 37 perusahaan di kawasan berikat telah dan sedang bersiap memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD) untuk ikut serta dalam penyediaan alat-alat kebutuhan Cegah dan kendalikan virus korona (Covid). -19).

Persiapan produksi mengikuti kebijakan pemerintah melalui bea cukai, dan pajak konsumsi dilaksanakan dengan melonggarkan izin produksi perusahaan di daerah pabean. Sekarang izinkan dan dorong perusahaan yang sebelumnya hanya mengizinkan produksi produk berdasarkan bisnis inti mereka atau produk yang terdaftar dalam lisensi mereka untuk memproduksi peralatan yang diperlukan untuk mencegah dan mengelola wabah.

Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kanwil DJBC DIY Jawa Tengah, mengatakan dalam situasi pandemi ini, pasokan hand sanitizer, masker dan alat pelindung diri (APD) menjadi langka dan mahal, meski demikian Dengan meningkatnya epidemi Covid-19, banyak yang dibutuhkan. “Pemerintah telah merumuskan beberapa kebijakan melalui bea cukai, termasuk mendorong dan mengizinkan kontraktor di kawasan berikat untuk memproduksi peralatan yang diperlukan. Pak Padmoyo mengatakan hal ini untuk memastikan ketersediaan peralatan yang diperlukan guna mencegah dan mengendalikan Covid-19, khususnya di Jawa Tengah. Dan Yogyakarta. Mengadopsi kebijakan dengan cepat dan akurat. Pabean DIY Jawa Tengah telah membebaskan pajak impor terkait peralatan yang diimpor. Hanya sedikit orang yang menggunakan fasilitas ini melalui Jawa Tengah dan DIY.

Sejauh ini, baru 20.000 yang diimpor Masker dan 147 set APD medical-grade. Namun, saat ini 37 perusahaan yang sudah mendapat fasilitas bea cukai di Jawa Tengah dan DIY sudah siap memproduksi masker dan APD. Perusahaan-perusahaan tersebut juga senang berpartisipasi. Perusahaan bisa menangguhkan tarif impor. Memperoleh insentif pajak dan tidak mengenakan pajak impor atas bahan baku impor. Jika produk yang dihasilkan diekspor, maka perusahaan tidak perlu melunasi hutang. Hal ini untuk mendorong investasi dan ekspor.

“Adapun apakah produk tersebut dijual di pasar dalam negeri, tetap harus membayar Bea masuk dan pajak dibayar. Namun, masker dan alat pelindung diri yang dijual di negara tersebut adalah untuk tujuan sosial sebagai bagian dari pencegahan dan pemberantasan wabah Covid-19, bukan untuk tujuan komersial. Amin dapat dibebaskan dari bea masuk dan pajak yang harus dibayar, serta dibebaskan dari sistem perdagangan impor Izin atau perpajakan.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: