Articles

Bea Cukai Yogyakarta kembali untuk mengendalikan 20 ton vanili pada saat kedatangan barang impor

Agu 11, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Yogyakarta memasuki masa pemulihan ekonomi nasional, kembali memberikan pelayanan dan pengawasan untuk mendorong jalannya perekonomian Indonesia. Salah satunya mengawasi dan memeriksa kedatangan Fasilitas Transportasi Udara Niugini di Papua Nugini yang membawa 20.000 kg vanila, di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada Minggu (7/6).

Pelacakan dan pemeriksaan kargo dilakukan oleh Hengky TP Aritonang, Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, bekerja sama langsung dengan PT Gapura Angkasa dan Balai Karantina Pertanian Yogyakarta.

Hengky mengungkapkan bahwa vanila diimpor oleh PT Agri Spice Indonesia (PT ASI), dan PT Agri Spice Indonesia adalah salah satu importir yang mendapatkan tujuan ekspor dan fasilitas impor (KITE) dari bea cukai. Dia menjelaskan bahwa karena Papua Nugini beroperasi penuh, kargo yang tiba dari Papua Nugini adalah bandara pertama dan terpenting. Ia mengatakan: “Kegiatan impor ini adalah kali kedua kami memberikan layanan di Bandara YIA. Ini merupakan kegiatan impor utama.” – Dengan fasilitas ini, PT ASI dapat dibebaskan dari bea masuk dan bebas PPN. Selain itu, Administrasi Perpajakan Negara juga memberikan fasilitas perpajakan dan pembebasan pajak impor (Pasal 22 Rencana Insentif Pajak). Henkey mengatakan: “Bahkan saat terjadi pandemi, pihak bea cukai akan selalu mengutamakan pelayanan dan mengawasi situasi impor dan ekspor. Bahkan selama pandemi, kami akan terus berkarya untuk Indonesia. Kami akan ditemani oleh bea cukai Yogyakarta sebelum tiba di Yogyakarta. Termasuk proses notifikasi pengangkutan dan bea cukai untuk memastikan tidak ada kendala dalam proses impor.

Memastikan keakuratan notifikasi inventaris dan pajak bea dan konsumsi Kota Yogyakarta untuk melakukan pemeriksaan bongkar muat dan pengangkutan barang impor untuk rencana impor. , Dengan mencocokkan jumlah dan jenis muatan pada manifes dengan muatan yang diangkut – muatan yang diangkut oleh pesawat Air New Guinea membawa 20 ton vanilla Penerima kargo adalah PT Agri Spice Indonesia yang berlokasi di Kraden. Pada saat yang sama, Yogyakarta Perusahaan pengelola jasa bea cukai Fin Logistics (PPJK) sedang memproses dokumen. Fasilitas, “tutup Hengky. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: