Articles

Standby for Covid-19, bea cukai terus melakukan intervensi di berbagai daerah

Agu 12, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Selama wabah virus corona atau Covid-19, banyak lembaga yang mewajibkan bekerja dari rumah (WFH) atau bekerja dari rumah. Namun, hal tersebut tidak akan menurunkan kinerja bea cukai dan pajak konsumsi dalam memberantas penyelundupan barang konsumsi ilegal.

Jumat (20/3), petugas Bea Cukai Pantoroan berhasil memungut rokok ilegal di banyak tempat di Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang belum ada pajak konsumsi.

Petugas Bea Cukai Pandoroan menggerebek dua tempat, yaitu tempat berlindung bagi rokok ilegal di Desa Bayaoge, Tatanga, Kota Palu, dan Rumah Baliase, serta mengamankan ratusan ribu rokok ilegal. Keamanan. , Kabupaten Sigi. Irwan Sakti Alamsyah, kepala Kantor Bea Cukai Pantoloan, mengatakan bahwa penyelundup tembakau ilegal biasa mengeluarkan pemberitahuan yang tidak sesuai dengan isi kontainer pengiriman PT Meratus Line. Pada saat pemuatan, pemilik barang tidak menyebutkan penggunaan tembakau non-konsumen.

“Tindakan kami dimulai dengan analisis pejabat, dan kemudian kami segera mengikuti mobil yang membawa rokok secara ilegal sampai,” kata Irwan. “Sesampai di TKP pertama, petugas menemukan pelaku. Huruf pertama namanya AS dan AR, dan kini ditetapkan sebagai tersangka. Akibat tindakan tersebut, petugas berhasil mendapatkan 45 boks rokok atau lebih. Sebanyak 720.000 hasil tembakau dibubuhi pita cukai palsu dan pita cukai bekas. Irwan menjelaskan: “Akibat perbuatan tersangka, negara merugi sekitar 338 juta rupiah. “Kamis (19/3), Bea Cukai Teluk Bayur dan Ekspedisi Indah Cargo Padang berhasil memerangi penyalahgunaan minuman beralkohol ilegal.” Petugas berhasil mendapatkan sebanyak 36 botol minuman beralkohol Kelas C tanpa meterai pajak konsumsi. Hilman Satria, Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, mengatakan estimasi potensi kerugian nasional yang termasuk dalam operasi ini sekitar Rp 3.502.800. Pada awal Maret 2020 (03/06), sebuah kendaraan jenis truk berhasil dicegat di dekat Marunda Passage di Jakarta utara. Setelah kendaraan diperiksa, ditemukan 45 karton berisi 900 botol minuman beralkohol golongan B yang diduga memiliki cap cukai palsu. Perkiraan nilai barang tersebut sekitar Rp99.000.000. Potensi kerugian negara berupa pajak konsumsi Rp14.256.000, dan Rp38.814.000,00 berupa pajak impor dan pajak impor. Jukhaito mengungkapkan: “Sebagai tindak lanjut, pihak Bea Cukai saat ini sedang menyelidiki dan mengembangkan kasus terhadap penulis. Huruf awal kasus tersebut adalah” H “karena diduga melanggar undang-undang pajak konsumsi.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: