Articles

Pantang, Pabean Riau terus melakukan patroli maritim saat terjadi pandemi

Agu 14, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia, Kanwil Kanwil belum berkoordinasi untuk mengurangi pengawasan bea cukai Riau untuk melindungi perbatasan Indonesia dari masuk. Barang ilegal dan berbahaya ditahan menurut jaringan Sri Lanka. Jaring Sriwijaya merupakan patroli maritim komprehensif yang dilakukan oleh bea cukai di semua tingkatan di pesisir timur Sumatera mulai akhir April 2020 hingga Juni 2020. Patroli di pangkalan Instalasi Operasi Tanjung (PSO). Balai Karimun dipimpin oleh pengawas masing-masing wilayah kerja Kantor Bea dan Cukai Pesisir Timur Sumatera.

Operasi menerjunkan 4 patroli pabean BC 8001, BC 6003, BC 15048 dan BC 10004 di sepanjang garis pantai timur Provinsi Riau . Ronny Rofsyandi, Kepala Kantor Pabean Riau, mengungkapkan meski dalam suasana pandemi dan Idul Fitri, bea cukai dan pajak konsumsi tidak akan menutup mata terhadap pelaksanaan hukuman mati. “Wilayah barat paling rawan barang selundupan, jadi semua pihak masih fokus menyikapi pandemi Covid-19. Pihak bea cukai tidak ingin ada pihak yang menggunakan situasi ini untuk melakukan kejahatan. Dia mengatakan:” Apalagi di pantai timur Sumatera Kegiatan penyelundupan. “-Ronny menjelaskan tujuan operasi ini adalah untuk mengontrol impor dan ekspor barang ilegal di perbatasan laut, peredaran narkotika, psikotropika dan prekursor, barang berbahaya dari barang berbahaya dan kawasan bebas yang diperkenalkan secara ilegal. Kargo masuk ke negara itu. -Patroli laut juga dilakukan sesuai dengan prosedur sanitasi untuk pandemi Covid-19. Dia menyimpulkan: “Petugas tenaga kerja dilengkapi dengan alat pelindung diri untuk memeriksa fasilitas transportasi laut dan terus melakukan jarak sosial dari orang yang diwawancarai. “(*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: