Articles

Dinas Pabean Provinsi Jawa Tengah meningkatkan keterampilan pegawai dalam pemberantasan narkoba

Agu 14, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka pencegahan pemberantasan Narkoba, Pegawai Bea dan Cukai, khususnya yang bertanggung jawab di bidang Penuntutan dan Penyidikan (P2), harus terus memperbaharui dan meningkatkan keterampilan serta pengetahuannya untuk mengembangkan tindak pidana peredaran narkoba. Salah satunya mengikuti pelatihan online atau kegiatan sosial terkait eliminasi narkoba Pegawai Kantor Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah (Canville) mengikuti pelatihan online pada Rabu (03/06). Kegiatan peredaran narkoba ilegal yang dilakukan oleh 700 praktisi bea dan cukai dari seluruh Indonesia bertujuan untuk mendidik para praktisi bea dan cukai di semua tingkatan peran bea dan cukai dalam pemberantasan narkoba yang merupakan tugas inheren pengawasan narkoba. Fungsi pelindung komunitas.

Dalam proses sosialisasi ini, R. Syarif Hidayat selaku Kepala Badan Bea dan Cukai Internasional menyebarluaskan informasi tentang narkoba di Indonesia. “Menurut Presiden Republik Indonesia, Indonesia sudah masuk dalam keadaan darurat narkoba. Kita semua tahu bahwa narkoba atau narkotika adalah produk terlarang. Sebagai pegawai bea dan cukai kita punya fungsi. Salah satunya untuk melindungi masyarakat. Dengan kata lain kita punya Tanggung jawab untuk memantau dan mencegah narkotika masuk ke Indonesia “ujarnya. “Bersamaan dengan itu, Tery Zakiar Islamic, Direktur Badan Pemeriksa Bea dan Cukai Cabang Narkotika, berawal dari sosialisasi. Ia menjelaskan peran dan strategi bea dan cukai dalam pekerjaan pemberantasan. Saat ini, Pasokan obat terbesar yang beredar di Indonesia berasal dari China dan Malaysia yang sebagian besar masuk ke Indonesia melalui jalur laut.

“Ada beberapa alasan mengapa hubungan penawaran dan permintaan antara obat-obatan dan obat-obatan ini mungkin tinggi. Komunitas tertentu di masyarakat dan zat yang terkandung dalam narkotika itu sendiri dapat menghasilkan rangsangan yang membuat ketagihan, halusinasi, dan efek adiktif. Kemudian karena untung, harga obat narkotik luar negeri sekitar 500.000 per gram, bahkan sabu di China hanya puluhan ribu per gram, sedangkan harga obat narkotika yang dijual dalam gram di Indonesia mencapai Rp 1,5 juta. Untuk memahami mengapa pemasok menyelundupkan narkoba ke Indonesia, ”jelas Tery.

Untuk memberantas peredaran gelap narkoba, pihak bea cukai telah mengembangkan strategi, salah satunya dengan pengoperasian BERSINAR (Clean Drug Syndicate) .

” Salah satu strategi kepabeanan adalah memberantas perdagangan orang. Narkoba, keberadaan Operation Bersinar yang strateginya melacak jaringan tidak hanya akan menghentikan kurir, tetapi juga serikat pekerja dan partai politik yang paling diuntungkan dari kegiatan tersebut. Dalam hal penghapusan pajak obat-obatan, bea dan cukai juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya (seperti BNN, TNI, Polri, Polairud, dll). “Melindungi masyarakat Indonesia dari pengaruh peredaran narkoba agar kedepannya terjadi sinergi antara Bea dan Cukai, Kanwil, dan Dinas dalam pelaksanaan pemberantasan narkoba. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: