Articles

37 perusahaan di kawasan berikat memperoleh izin pabean untuk memproduksi masker dan alat pelindung diri

Agu 15, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, di bawah pengawasan bea cukai dan pajak konsumsi, tidak kurang dari 37 perusahaan di kawasan berikat telah dan sedang bersiap memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD) untuk ikut serta dalam penyediaan alat-alat kebutuhan Cegah dan kendalikan virus korona (Covid). -19).

Persiapan produksi mengikuti kebijakan pemerintah melalui bea cukai, dan pajak konsumsi dilaksanakan dengan melonggarkan izin produksi perusahaan di daerah pabean. Perusahaan yang sebelumnya hanya mengizinkan produksi jenis produk berdasarkan kegiatan atau izin utamanya, kini didorong dan didorong untuk memproduksi peralatan yang diperlukan untuk mencegah dan mengelola epidemi. .- Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah DIY, mengatakan dalam situasi pandemi ini, produk seperti hand sanitizer, masker, dan alat pelindung diri (APD) menjadi langka dan mahal. , Meskipun mereka banyak diminati karena penyebaran epidemi Covid-19. Pemerintah telah menetapkan beberapa kebijakan melalui bea cukai dan pajak konsumsi, antara lain mendorong dan memberikan izin kontraktor kawasan perdagangan bebas untuk memproduksi peralatan yang diperlukan. Bapak Padmoyo mengatakan: “Hal ini untuk memastikan pencegahan dan pengendalian peralatan yang diperlukan untuk Covid-19. Ketersediaannya terutama di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. “Kebijakan yang cepat dan tepat. Pabean DIY Provinsi Jawa Tengah membebaskan tarif impor saat mengimpor peralatan tersebut. Hanya sedikit orang yang menggunakan fasilitas ini melalui Jawa Tengah dan DIY.

Sejauh ini baru 20.000 masker yang diimpor Dan 147 set APD medical-grade. Namun, 37 perusahaan yang sudah mendapat fasilitas kepabeanan di Jawa Tengah dan DIY sudah siap memproduksi masker dan APD. Perusahaan-perusahaan ini juga senang berpartisipasi.Perusahaan bisa mendapatkan pajak melalui penangguhan tarif impor. Itu preferensial dan tidak membebankan pajak impor atas bahan baku impor. Jika produk yang dihasilkan diekspor, perusahaan tidak perlu melunasi utangnya. Ini untuk mendorong investasi dan ekspor.

“Adapun apakah produk itu dijual di pasar dalam negeri, harus membayar apa yang masih harus dibayar sebelumnya Bea masuk dan pajak. Namun, masker dan alat pelindung diri yang dijual di negara tersebut adalah untuk tujuan sosial sebagai bagian dari pencegahan dan pemberantasan wabah Covid-19, bukan untuk tujuan komersial. Amin dapat dibebaskan dari bea masuk dan pajak yang harus dibayar, serta dibebaskan dari sistem perdagangan impor Izin atau perpajakan.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: