Articles

Ratusan ribu rokok ilegal siap beredar kembali, dan barang-barang tersebut kembali dilindungi oleh Bea Cukai Kudes dan Bea Cukai Pekanbaru.

Agu 18, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Hingga pertengahan tahun 2020, berbagai upaya bea cukai dan pajak konsumsi telah dilakukan untuk membendung peredaran rokok ilegal. Kali ini, Bea Cukai Pekanbaru dan Pabean Kudus di masing-masing daerah kembali berhasil menghentikan ratusan ribu rokok ilegal tanpa stempel cukai.

Bea Cukai Pekanbaru, di Pasar Kamis Gunung Sari, Kamis (11/6), Bupati Jinbao dan minibus hitam bernomor polisi Jakarta berhasil menyita 249.000 batang rokok ilegal, serta supir dan hub (NR Dan ES).

Prijo Andono, Kepala Bea Cukai Pekanbaru, menjelaskan tindakan yang dilakukan pihaknya bermula dari informasi publik tentang pengiriman rokok ilegal dari Tiris Air ke Pasar Kamis Gunung Sari. Ia mengatakan, “Tim pengawas terus memantau hingga Kamis pagi (11/6) lalu, yang berpotensi menghambat pengangkutan 24 batang rokok tanpa stempel cukai. Harap diperhatikan regulasi kebersihan,” ujarnya.

Selain itu, bawalah rokok dan bukti supir, pit dan angkut ke Pabean Pekanbaru untuk pertimbangan lebih lanjut.

“Bea Cukai Pekanbaru bertekad untuk terus menghentikan peredaran rokok. Proho menegaskan, jika ada yang punya informasi tentang rokok ilegal harap segera kami ketahui.

Demikian pimpinan perpustakaan pengawas semakin banyak. Dus Bea Cukai juga menindak peredaran rokok ilegal. Diangkut dengan mobil pada Sabtu (13/6) pagi.

Tindakan ini berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Pengawas Bea dan Cukai Kudus. Pengawasan dan penggeledahan dilakukan hingga ditemukan mobil bermasalah yang melintasi jalan alternatif Jepara-Demak Gatot Sugeng Wibowo, Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, menjelaskan: “Kemudian rokok ini akan diedarkan tanpa tambahan cukai. Artinya mereka tidak akan membayar pajak konsumsi. Kami telah memperoleh total 240.000 rokok ilegal.

Kemudian mobil dan semua barang bukti dibawa oleh petugas ke Kantor Pabean Kudus untuk pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut. Getto menyimpulkan: “Kita berhasil menyelamatkan keuangan negara dan menghindari potensi kerugian sebesar Rp 142.396.800. “(*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: