Articles

Departemen Operasi Bersih Bea Cukai Srivijaya mencegah 24,5 ton bawang daun dari impor selundupan

Jul 09, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 yang saat ini menyerang Indonesia belum melemahkan bea cukai dengan sinergi untuk melindungi perbatasan Indonesia dari barang ilegal dan berbahaya.

Ramadhan 1441 H, Kantor Bea Cukai Daerah Aceh, Kantor Bea Cukai Daerah Khusus Kepulauan Riau, Kantor Pajak dan Bea Cukai Daerah Sumatera Utara, dan Bea Cukai Bellawang gagal menyelundupkan bawang merah ilegal di bawah sinergi bisnis bersih Vijaia di Sri Lanka Karena mereka tidak dilindungi oleh dokumen impor pabean yang sah. Diduga, petugas Bea Cukai dan GST berhasil memperoleh 24,5 ton 2.722 kantong 9kg di perairan Ujung Tamien, Kabupaten Aceh Tamien, Penang, Malaysia pada Rabu 20/05. Nilai total bawang adalah ex. Biaya KM Rajawali GT 15 diperkirakan Rp. £ 752.000.000 dapat menyebabkan departemen pajak menderita kerugian Rp. 263.000.000. Konsumsi BC 30004, Rabu lalu (20/5). Kantor Bea dan Cukai Daerah Grup Regional Aceh mengatakan bahwa sasarannya adalah kapal kayu yang mengandung kargo ilegal dari Penang, Malaysia, “kata Isnu. – Untuk alasan ini, kontingen patroli BC 30004 terus melanjutkan Operasi patroli angkatan laut Angkatan Laut Sri Lanka yang terintegrasi di pantai timur provinsi Aceh telah mencari kapal target hingga pukul 21:00 pada hari Rabu (20/5) dari Waktu Indonesia Barat .Gugus Tugas Kapal Patroli BC 30004 adalah tim dari Daerah Pabean. Petugas pabean kantor dan petugas pabean Riau Bea Cukai kantor regional Aceh menemukan kapal target di perairan Ujungtami, Aceh.Negyu mengungkapkan bahwa setelah mendekati, target ditemukan Tidak ada seorang pun di lambung bertanda KM Rajawali. Selain itu, enam anggota tim memeriksa KM Rajawali, tetapi tidak ada dokumen bea cukai. KM Rajawali sengaja dibocorkan / rusak oleh kru, menyebabkan kapal tenggelam, tetapi tim mampu mengelola kebocoran dan Itu diperbaiki dengan benar.Setelah memastikan keselamatan KM Rajawali, tim kontingen menyisir daerah di kapal untuk mencari kru melarikan diri, tetapi setelah satu jam pencarian, kru KM Rajawali tidak ditemukan. Tampaknya La Mavari (KM) Awak Rajawali dipindahkan dengan bantuan kapal pemandu pra-siap (Oscar boarding). Kargo disimpan di dermaga di Pabean Belawan-hasil inspeksi dan penghitungan oleh pejabat di Pabean Belawan menunjukkan bahwa KM Rajawali mengandung 24,5 ton bawang merah dan dikemas dalam 2 722 kantong 9 kg bawang merah per kotak.Hal ini belum ditemukan terkandung dalam bentuk obat-obatan narkotika, zat psikotropika dan prekursor.Selain itu, dokumen tersebut telah diserahkan kepada bea cukai Aceh untuk Lakukan pemeriksaan dan pemrosesan lebih lanjut. Undang-undang Kepabeanan No. 10 tahun 1995: “Siapa pun yang mengimpor barang-barang yang tidak disebutkan dalam Deklarasi Transportasi akan dihukum penyelundupan di daerah pengimporan dan dijatuhi hukuman penjara minimal satu tahun dan penjara maksimum 10 tahun. Dan memaksakan denda. Setidaknya 50.000.000 rupee. Hingga Rp. 5.000.000.000 “.

Melalui sanksi hukum ini, diharapkan para pelaku usaha dan masyarakat tidak akan menerima penyelundupan, penjualan, pendistribusian dan / atau pembelian barang-barang selundupan sebagai bentuk partisipasi warga untuk melindungi petani bawang, penyakit yang disebabkan oleh adan ya Dampak terhadap masyarakat dan lingkungan adalah impor tanaman dan turunannya, serta peningkatan daya saing industri nasional, dan peningkatan bea masuk dan pajak nasional di departemen perpajakan. Pelindung masyarakat bertanggung jawab atas urusan fiskal dan bea cukai, perdagangan Fasilitator, bantuan industri dan pemungut pajakItu membaik. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: