Articles

Bea cukai gagal menghentikan distribusi ilegal rokok Madion dan Cirebon

Jul 09, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Sekalipun Pandemi Virus Pandemi 2019 (Covid-19) mempengaruhi Indonesia dan membuat setiap orang saling menjaga jarak satu sama lain untuk mencegah penyebarannya, masih ada individu yang menggunakan situasi ini untuk melakukan kejahatan, terutama melalui kewajiban penghindaran pajak. — Sebagai salah satu agen yang berwenang untuk memungut bea cukai dan pajak konsumsi, bea cukai terus melakukan pekerjaan untuk memastikan bahwa pekerjaan pengawasan berlanjut secara normal. Tindakan menentang peredaran rokok ilegal di Madiun dan Cirebon telah membuktikan hal ini.

Sabtu (25/4), petugas Bea Cukai dan GST Madiun berhasil menghindari mengangkut dua truk kontainer yang membawa ratusan rokok ilegal ke Bekasi. Eksekusi hukuman mati dilakukan dalam dua minggu terakhir dengan tim di seluruh area tol Kertosono-Ngawi Susetia, kepala penyelidikan Medien dan departemen penegakan hukum kepabeanan, sambil berpatroli di jalan tol yang menghubungkan Jawa Timur dan Jawa Timur. : “Dalam proses penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) baru-baru ini, jalan tol kemungkinan besar akan digunakan untuk mengangkut barang-barang yang dikenakan pajak konsumsi ilegal.”

Pada pukul 4 sore waktu setempat, tim pengawas menahan dua kendaraan yang dicurigai Truk yang membawa rokok ilegal. Petugas polisi menemukan 369 kotak atau total 5.904.000 batang rokok di tempat kejadian.Rokok ini dilengkapi dengan pita pajak konsumsi yang tidak memenuhi ketentuan. Susetia menambahkan: “Selain itu, 2 pengemudi dan 2 kotak jelaga berkumpul di kantor bea cukai Madiun, dan dilengkapi dengan alat transportasi untuk inspeksi dan penanganan.”

Mengenai langkah-langkah yang diambil, pengemudi dan jelaga diduga Kotak tersebut melanggar Pasal 54 dan / atau Pasal 56 UU No. 11 tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 39 tahun 2007 tentang pajak konsumsi. Menurut investigasi agen, diperkirakan negara menderita lebih dari 2,7 miliar rupee.

Pada saat yang sama, pada hari Minggu seminggu yang lalu (19/4), bea cukai dan pajak konsumsi Cirebon berhasil menghentikan peredaran mobil yang diduga membawa rokok ilegal.

“Agen kami menemukan mobil dengan rokok ilegal di daerah Ciperna, Kabupaten Bupati Cirebon. Menurut inspeksi agen, diketahui bahwa mobil ini mengandung 240.000 rokok. Rokok ini tidak diinginkan. Pita itu diperbaiki, kata kepala Kantor Bea Cukai Cirebon, Nesepu Dudi Ginanhal.-Kemudian, pejabat itu memperoleh bukti bahwa mobil dan sopir membawanya ke Bea Cukai Cirebon untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pejabat pabean Cirebon terus mengambil banyak langkah selama operasi untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Personel yang melakukan aksi mengenakan peralatan pelindung pribadi, seperti masker, dan menghindari kontak fisik satu sama lain. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: