Articles

Bea Cukai Kuala Lumpur menyumbangkan 16.000 masker kepada Kelompok Kerja Covid-19 Sumatera Utara

Agu 22, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah terus bekerja keras dan bahu membahu mengantarkan barang untuk pengobatan Pandemi Penyakit Virus Corona (Covid-19) tahun 2019.

Kali ini Administrasi Umum Bea Cukai dan Dinas Pajak Konsumsi menyumbang 16.000 di Guananam Masker bedah menjadi beberapa kelompok. Tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) adalah membantu mencegah penyebaran virus corona. Adat guanamu menjadi milik nasional. – “Masker sumbangan tersebut merupakan bagian dari produk hukum Bea Cukai Guana Nam. Dengan dukungan pemilik, atau sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34, tidak dapat memenuhi persyaratan izin impor pada tahun 2020,” Elfi Haris (Elfi Haris) mengatakan, Selasa (09/6/2020). .

Bantuan telah diserahkan secara simbolis kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dari sekretariat kelompok kerja untuk mempercepat sanksi. Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara didampingi oleh Elfi Haris, Kepala Kantor Bea Cukai Kualaanam, dan didampingi oleh Kepala Kantor Bea Cukai Utara di Oza Olavia. Ketua kelompok kerja percepatan penanganan Covid-19 di Sumatera Utara.

PMK terbaru mengatur tentang pemberian bea masuk dan / atau pajak konsumsi serta penyelenggaraan pajak atas barang impor dalam Pandemi Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19). Sebelumnya, kepemilikan negara telah mendapat persetujuan dari Biro Layanan Nasional dan Biro Lelang Medan. Pemerintah daerah, perseorangan, badan hukum dan badan hukum membeli barang impor melalui bea cukai dan pelayanan perpajakan untuk mencegah wabah Covid-19, sehingga sangat bermanfaat menyediakan barang untuk memenuhi kebutuhan negara.

“Ada 73 fasilitas kargo yang disediakan untuk PMK.” Tambah Elfi Haris. Fasilitas yang diberikan antara lain pembebasan pajak impor dan / atau konsumsi, bebas PPN atau PPN dan PPnBM, serta pembebasan pajak PPh Pasal 22 atas barang impor yang diimpor untuk tujuan komersial dan non-komersial guna menanggulangi pandemi Covid-19. Metode permintaan dapat dikirimkan secara elektronik melalui portal INSW, atau dalam bentuk tertulis ke Administrasi Umum Bea Cukai barang masuk, tetapi nilai barang impor dan bagasi penumpang tidak melebihi US $ 500 FOB, tidak perlu mengajukan aplikasi. Impor yang mendapat fasilitas ini tunduk pada ketentuan tata niaga impor, oleh karena itu untuk kemudahan cukup mencantumkan surat rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembebasan dari tata niaga impor atau pengeluaran produk. Namun apabila barang yang diimpor tidak melebihi jumlah yang ditentukan oleh kementerian terkait dan / atau sistem perdagangan BNPB, maka tidak diperlukan surat rekomendasi. Jangka waktu pengobatan pandemi Covid-19 yang ditetapkan BNPB. Peraturan baru ini diharapkan dapat memudahkan semua pihak yang berkepentingan untuk melakukan kegiatan impor, khususnya barang yang menjadi bagian dari penanggulangan Covid-19. Ketentuan selengkapnya tertuang dalam PMK Nomor 34 Tahun 2020. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: