Articles

Metode sosial, bea cukai, dan pajak konsumsi online untuk menyampaikan informasi bea cukai terbaru

Agu 23, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Meski pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Bea Cukai memastikan layanan yang diberikan kepada pengguna jasa tetap beroperasi normal. Salah satu bentuk layanan yang diberikan adalah konsultasi dan sosialisasi regulasi, serta diskusi langsung antara bea cukai dan pengguna layanan. Guna terus memberikan layanan berkualitas selama pandemi, pihak bea cukai secara aktif menggelar pertemuan online dengan pengguna jasa untuk memberikan informasi kepada pengguna jasa.

Kamis (04/06) Customs de Bekasi mengadakan diskusi dengan pengguna jasa di Kawasan Pengawasan Bea Cukai Bekasi tentang Penilaian Gudang Berikat (GB). Hatta Wardhana, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, mengungkapkan kriteria penilaian fasilitas gudang berikat. Hada mengatakan: “Penilaian kami adalah untuk memenuhi persyaratan fisik, lokasi dan administrasi sesuai dengan ketentuan terbaru.” Pada saat yang sama, Nugroho Tamtomo Putro, Kepala Divisi Gudang Berikat Administrasi Umum Bea Cukai Bagus, mengemukakan tujuan penilaian tersebut, ”Bea Cukai secara berkala Evaluasi ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat efektivitas, efisiensi dan dampak fasilitas yang diterima oleh perusahaan penerima pemasangan GB, dan untuk mengukur tingkat efisiensi yang telah dicapai perusahaan di bidang-bidang berikut: Bagus menambahkan, “Tujuan distribusi GB” .– – Sehari sebelumnya, Rabu (03/06), Kantor Pajak Bea dan Konsumsi Daerah Jakarta juga menggelar acara sosial online membahas insentif lainnya bagi perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat (KB) dan memfasilitasi impor ke negara tujuan ekspor. Tarif (KITE ), sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31 / PMK.04 / 2020.

Haryo Limanseto, Kepala Dinas Bea dan Cukai, mengatakan bea cukai dan pajak konsumsi akan bekerja keras untuk meningkatkan perusahaan yang telah memperoleh KITE dan Industri Kecil Menengah (IKM) Antu di fasilitas KITE.

“Sejauh ini sedikitnya 100 perusahaan lokal dan internasional telah mendaftar dan memberikan layanan melalui pabean DKI Jakarta. Lulus PMK 31 / PMK ini 4 April 2020. Kementerian Keuangan telah memberikan insentif berupa stimulus fiskal melalui bea cukai dan pajak konsumsi, termasuk penangguhan bea masuk dan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN), ”tutup Haryo. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: