Articles

Bea Cukai Riau menghancurkan jutaan barang ilegal senilai 18,2 miliar rupee

Agu 26, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Pabean Daerah Administratif Khusus Kepulauan Riau mengadili dan memusnahkan barang serta barang bukti yang diusut penegak hukum pada 2018, 2019, dan 2020. Perusakan yang terjadi pada Kamis (14/05) ini menjadi bukti nyata bahwa adat berfungsi sebagai pelindung masyarakat, perannya untuk membatasi peredaran barang berbahaya bagi kesehatan yang dikonsumsi masyarakat dan melindungi hal-hal seperti alkohol (alkohol), rokok, dan smartphone. Dan industri nasional lainnya. Agus Yulianto dari Dinas Pabean Khusus Kepulauan Riau mengungkapkan, kinerja sebenarnya dari misi pelindung masyarakat adalah bahwa hasil penuntutan dimusnahkan, karena kasus-kasus tersebut memiliki akibat hukum yang tetap.

Argus mengatakan: “Pemusnahan ini sudah lewat Berbagai cara, seperti menggiling berat, merendam air, dan membakar barang. ”Karenanya, bea cukai kali ini berpeluang memusnahkan barang ilegal, antara lain 15.575 bungkus alkohol ilegal, 2.507.762 rokok ilegal, dan 3.427 smartphone ilegal. “Total nilai harta benda diperkirakan 18,2 miliar rupiah. Potensi kerugian nasional mencapai 26,4 miliar rupiah,” kata Argus.

Selain nilai material tersebut di atas, jika dibayangkan apakah barang tersebut beredar di pasar bebas , Lalu ada juga nilai tak berwujud. Hal ini tidak hanya mengganggu pertumbuhan industri dalam negeri, tetapi juga akan meningkatkan kerentanan sosial – bea cukai secara konstan memantau pergerakan barang yang dikenakan pajak konsumsi di masyarakat dan melindungi barang industri dalam negeri. Diharapkan melalui pemusnahan ini, pihak bea cukai bertanggung jawab untuk melacak barang impor yang tidak memenuhi persyaratan.

Dengan demikian, perusahaan yang bergerak dalam kegiatan impor BKC dapat memenuhi ketentuan yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peraturan bea dan cukai serta tercipta sinergi yang kuat antara lembaga, kepala adat dan tokoh masyarakat. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: