Articles

Bea Cukai Kuala Lumpur menyumbangkan 16.000 masker kepada Kelompok Kerja Covid-19 Sumatera Utara

Okt 19, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah terus bekerja keras dan bahu membahu mengantarkan barang (Covid-19) untuk pengobatan pandemi penyakit virus Corona pada 2019.

Kali ini Administrasi Umum Bea Cukai dan Dinas Pajak Konsumsi menyumbang 16.000 di Guananam Masker bedah menjadi beberapa kelompok. Tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) adalah membantu mencegah penyebaran virus corona. – “Masker sumbangan ini merupakan bagian dari produk hukum Bea Cukai Guana Nam. Dengan dukungan pemilik, atau sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34, tidak dapat memenuhi persyaratan terkait izin impor pada tahun 2020. “,” Kata Elfi Haris (Elfi Haris), Selasa (9/6/2020). .

Bantuan ini diserahkan secara simbolis kepada Gubernur Provinsi Sumatera Utara Eddie Rahmadi (Rdy). Dalam laporan Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara itu didampingi oleh Kepala Kantor Bea Cukai Kornam Elfi Haris, dan Kepala Kantor Pabean Sumatera Utara Oza Olavia. Nanti akan disalurkan ke dokter, ”kata Edy yang juga menjabat sebagai ketua Pokja Covid-19 Accelerated Management di Sumut.

PMK terbaru mengatur” hibah bea dan / atau cukai serta impor pajak komoditas untuk digunakan menjelang 2019 Pandemi penyakit virus Corona (Covid-19) Sebelumnya, properti milik negara telah mendapat persetujuan dari Biro Layanan Nasional dan Lelang Medan.

Selain itu, Elfi Haris menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan mendorong kegiatan impor melalui PMK yang memberikan peluang bagi semua pihak (pemerintah pusat, pemerintah daerah, perseorangan, badan hukum, dan badan hukum) Melalui pelayanan kepabeanan dan perpajakan untuk mendapatkan barang impor guna mencegah wabah Covid-19 sangat bermanfaat untuk menyediakan barang guna memenuhi kebutuhan nasional. Fasilitas yang diberikan kepada PMK ada 73 produk “, tambah Elfi Haris. Fasilitas yang diberikan dibebaskan dari pajak impor dan / atau konsumsi, PPN atau PPN dan PPnBM diberikan secara gratis, dan PPh ke-22 untuk barang impor dibebaskan dari Kelola pandemi Covid-19 untuk tujuan komersial daripada komersial.Metode pengajuan permintaan dapat diajukan secara elektronik melalui portal INSW atau secara tertulis ke Administrasi Umum Bea Cukai tempat kargo masuk, nilai kargo impor dan bagasi penumpang Tidak lebih dari US $ 500 FOB, tidak diperlukan aplikasi. Impor yang mendapatkan fasilitas ini tunduk pada ketentuan tata niaga impor, sehingga untuk kemudahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekomendasikan surat rekomendasi pembebasan dari tata niaga impor Barang bisa dilepas.Namun, apabila barang yang diimpor tidak melebihi jumlah yang ditetapkan instansi atau instansi berwenang dan / atau sistem niaga BNPB, tidak perlu melampirkan surat rekomendasi.

Fasilitas ada di “Covid- Diakhir masa pengobatan pandemi 19. Diharapkan regulasi baru ini akan semakin memudahkan semua pihak yang berkepentingan untuk melakukan kegiatan impor, khususnya kegiatan impor barang dalam penanggulangan Covid-19. Ketentuan lengkapnya tertuang dalam PMK Nomor 34 Tahun 2020. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: