Articles

Nilai penggunaan fasilitas bea cukai sebelum ekonomi nasional pulih

Okt 20, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Dalam masa pemulihan ekonomi nasional, pemerintah akan terus bekerja keras menjaga pertumbuhan yang stabil dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Selama pandemi Covid-19, Kementerian Keuangan memberikan berbagai insentif perpajakan dan prosedural melalui bea cukai untuk membalikkan penurunan kinerja ekonomi akibat dampak virus corona, serta dukungan bagi dunia usaha, Sehingga tidak akan semakin memburuk.

Berdasarkan data per 2 Juni 2020, pengenaan pajak atas barang impor memberikan total 3.848.141.994.004,75 Rupiah (Rp 3,84 triliun) untuk penanggulangan Covid-19, yang sebagian besar merupakan barang impor berupa masker Ada sebanyak 133.140.117 barang impor dari berbagai negara. Importir meliputi program subsidi komoditas (PMK70) dari yayasan / organisasi kemasyarakatan, barang yang diimpor oleh pemerintah pusat / daerah (PMK 171), penanggulangan Covid-19 (PMK 34) dan non perangkat sesuai Lampiran A. Sistem tersebut mencakup pembebasan bea masuk (BM) dan pajak konsumsi atas PPN dan PPnBM, serta pembebasan bea masuk atas PPh 22. Total nilai pembebasan pajak dari 13 Maret hingga 2 Juni 2020 mencapai Rp848.000.065.722 (Rp848 miliar), di mana total penyisihan BM adalah Rp390.522.910.569, tidak termasuk PPN dan PPnBM 282157292481 Rp, pembebasan pajak 22 PPh Rp . 175 319 862 672.

Selain itu, dalam program Surat Keterangan Asal (SKA), fasilitas impor juga diberikan dengan negara mitra ASEAN. Secara rata-rata, pada tahun 2020, jumlah impor yang menggunakan SKA akan mencapai sekitar 33% dari total impor devisa, dan sekitar 52,37% dari total nilai devisa impor yang menggunakan SKA. Impor pangan yang termasuk dalam 10 produk yang diimpor melalui SKA adalah gula dan kembang gula dari ASEAN (tabel D), Australia (tabel AANZ), China (tabel E) dan India (tabel AI). Dari sisi fasilitas, bea cukai juga memberikan kelonggaran bagi perusahaan yang menggunakan fasilitas kawasan berikat (KB) dan fasilitas impor dan ekspor (KITE). Sejak 1 April hingga 27 April 2020, total nilai insentif perpajakan yang diberikan dalam bentuk pengurangan pajak mencapai Rp882.637.858.209 (Rp882,63 miliar) di Pasal 22. — Di bidang pajak konsumsi, etil selulosa memberikan fasilitas yang dikecualikan. Alkohol digunakan untuk mengobati Covid-19, terutama sebagai bahan baku dasar produksi pembersih tangan dan disinfektan. Per 1 Juni 2020, jumlah etanol yang dibebaskan dari pajak konsumsi adalah 82.616.950 liter, yang diperkirakan bernilai Rp1,652 miliar, penerima manfaat dari instalasi tersebut adalah komponen komersial (19,41%) dan nonkomersial (53,55%). Kemudian, terhitung mulai 31 Mei 2020, 82 pabrik yang sudah mengajukan penangguhan pembayaran pajak konsumsi selama 90 hari juga akan mengendurkan pajak konsumsi dan produksi rokok. Total nilai cukai 18,1 triliun rupiah, yang meliputi delapan pabrik rokok kategori I (1,4 miliar rupiah), 67 pabrik rokok kategori II (3,3 triliun dolar AS) dan 7 rokok kategori III (0,019 triliun dolar AS). Berkomitmen untuk melayani masyarakat 24/7 dan memberikan berbagai kemudahan melalui fasilitas dan relaksasi selama pandemi Covid-19, serta terus menjalankan fungsi pengawasan untuk melindungi masyarakat dari barang berbahaya dan ilegal. -Untuk pengguna jasa dan publik yang membutuhkan informasi lebih lanjut, mereka tidak dapat menghubungi Customs Contact Center 1500225 (untuk chat online langsung di bit.ly/bravobc) atau melalui media sosial @beacukairi. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: